Penelitian: Facebook Picu Orang Umbar Informasi Pribadi

Ayunda W Savitri, Jurnalis · Kamis 07 Maret 2013 13:35 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2013 03 07 55 772358 flYifQfntU.jpg ilustrasi (foto: thehindu)

WASHINGTON – Penelitian yang dilakukan Carnegie Mellon University (CMU) menemukan data terbaru mengenai perubahan perilaku yang terjadi oleh orang-orang yang menggunakan media sosial Facebook dari tahun ke tahunnya.

Dilansir thehindu, Rabu, (6/3/2013) penelitian yang dilakukan selama tujuh tahun ini, merupakan studi longitudinal pertama untuk mendokumentasikan bagaimana perilaku pengguna Facebook dalam mengungkapkan hal-hal pribadinya.

Penelitian dilakukan selama jangka waktu 2005-2011 dengan data panel 5076 pengguna Facebook di Amerika Serikat.

Para peneliti menemukan fakta bahwa dari 2005-2009, pengguna Facebook yang menampilkan informasi-informasi yang bersifat pribadi tidak banyak sehingga dari tahun ke tahunnya mengalami penurunan.

Tren tersebut justru mengalami perubahan pada 2009 dan 2010, ketika Facebook mengubah tampilannya seperti modifikasi setting yang mengakibatkan peningkatan yang signifikan dalam berbagi informasi pribadi ke publik.

Seiring dengan berjalannya waktu, jumlah orang yang berbagi informasi pribadi di Facebook kepada “temannya” di Facebook benar-benar meningkat.

Akibatnya terjadi lonjakan pengguna Facebook membagi informasi pribadinya kepada entitas lain pada situs tersebut yang tidak jarang tanpa kita sadari kepada orang-orang ‘dalam’ Facebook itu sendiri, aplikasi pihak ketiga, dan pengiklan.

Temuan ini menyoroti ketegangan antara pilihan seseorang untuk mengekspresikan dirinya dengan peran jejaring sosial dalam membentuk pilihan-pilihan mereka.

Sementara pengguna mencoba untuk mengambil kendali atas informasi pribadi mereka, media sosial justru terus berubah. Sehingga mempengaruhi keputusan dan mengubah kebiasaan mereka membagi hal-hal pribadi yang tidak seharusnya di ruang public.

“Dengan adanya penemuan ini menggambarkan tantangan yang dihadapi pengguna jejaring sosial untuk mampu mengelola pengungkapan informasi yang bersifat pribadi di media online, meskipun ada pilihan pengaturan privasi pengguna,” papar CMU Associate Professor of Information Technology and Public Policy Alessandro Acquisti.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini