Hujan Meteor Lyrid Terjadi Setiap 1 Tahun Sekali

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Selasa 23 April 2013 17:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2013 04 23 56 796341 nqNQs4BJbf.jpg (Foto: Huffingtonpost)

NEW YORK - Ilmuwan mengatakan, puncak hujan meteor Lyrid terjadi pada 21 April. Fenomena ini kabarnya bisa terjadi setiap satu tahun sekali dan meteor akan menampakkan diri dalam kilatan cahaya di langit.

Dilansir Astrobio, Selasa (23/4/2013), meteor Lyrid terjadi setiap tahun sekira tanggal 21 April hingga 23 April. Fenomena ini konon dapat disaksikan di belahan Bumi utara.

Pengamat langit bisa melihat sedikitnya 20 meteor muncul di pagi hari dalam kondisi langit cerah. Hujan meteor Lyrid pertama pernah tercatat oleh astronom China pada 687 SM (sebelum masehi).

Astronom masa lampau tersebut menggambarkan terjadinya hujan meteor sebagai bintang jatuh yang turun seperti hujan. Pernyataan bintang jatuh di tengah malam ini dikaitkan dengan Lyrid yang dibuat oleh ahli matematika Johann Gottfried Galle di 1867.

Galle bersama dengan Edmond Weiss melihat hubungan antara Lyrid dan Comet C/1861 G1 Thatcher yang ditemukan enam tahun sebelumnya. Komet Thatcher ditemukan pada 5 April dan merupakan komet periodik pada periode orbit panjang 415 tahun.

Adapun hingga abad ke-19, pemikiran bahwa hujan meteor terkait dengan komet atau fenomena non-atmosfer masih diperdebatkan. Terjadinya hujan meteor dikarenakan Bumi melewati orbit benda luar angkasa tersebut.

Kemudian, partikel debu dari hujan meteor ini akan terbakar ketika melewati atmosfer Bumi. Proses terbakarnya partikel debu ini yang menjadikan hujan meteor ditandai dengan kilatan cahaya yang bergerak dengan sangat cepat.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini