nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hantaman Komet Ungkap Kandungan Air di Atmosfer Jupiter

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Jum'at 26 April 2013 12:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2013 04 26 56 797955 n4ztrubDJm.jpg (Foto: Examiner)

CALIFORNIA - Dampak dari komet Shoemaker-Levy 9 pada Jupiter di 1994 merupakan peristiwa menarik bagi para astronom. Kabarnya, dampak hantaman komet ke Jupiter dapat membantu peneliti untuk menemukan banyak kandungan air di atmosfer planet raksasa tersebut.

Dilansir Examiner, Jumat (26/4/2013), uap air telah terdeteksi selama dampak tabrakan komet ke Jupiter. Benda luar angkasa yang menabrak planet gas tersebut pecah menjadi 21 fragmen, yang menghantam atmosfer Jupiter.

Sejumlah besar air dari komet dilepaskan selama dampak hantaman sebagai fragmen vapourized. Setelah hantaman komet tersebut, kemudian fragmen bercampur dengan gas dari atmosfer bagian atas.

Pada 1997, pengamatan tambahan dari ESA Infrared Space Observatory (ISO) menunjukkan adanya uap air yang lebih dari biasanya di atmosfer Jupiter. Diketahui bahwa uap air tersebut masih berada di stratosfer Jupiter.

Ilmuwan mengestimasi ada 95 persen uap air yang ada di atmosfer Jupiter. Uap air itu diduga kuat berasal dari dampak hantaman komet ke planet tersebut.

Wikipedia menerangkan, Jupiter merupakan planet terdekat kelima dari Matahari setelah Merkurius, Venus, Bumi dan Mars. Jarak rata-rata antara Jupiter dan Matahari adalah 778,3 juta kilometer.

Jupiter adalah planet terbesar dan terberat dengan diameter 149.980 kilometer dan memiliki massa 318 kali massa bumi. Periode rotasi planet ini adalah 9 jam 55 menit, sedangkan periode revolusi adalah 11,86 tahun.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini