2015, Smartphone Diprediksi Tumbuh 50 Persen di Indonesia

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Rabu 01 Mei 2013, 14:34 WIB
https: img.okeinfo.net content 2013 05 01 57 800503 y0RcYfpqIO.jpg ilustrasi

JAKARTA - Penetrasi smartphone diprediksi tumbuh lebih dari 50 persen di Indonesia pada 2015. Hal ini diungkap Ben Siagian, Country Manager Qualcomm Indonesia dalam sambutannya pada peresmian kantor baru Qualcomm Indonesia di Jakarta, Rabu (1/5/2013).

Ia mengatakan, pertumbuhan penetrasi smartphone hingga lebih dari 50 persen ini maka diprediksi akan meningkatkan pula permintaan layanan data. "Potensi 3G di Indonesia sangat besar dan posisi ini bisa menjadi pemimpin dalam adopsi teknologi mobile," ujar Ben.

Ia juga mengatakan, Qualcomm bersama partner, baik itu pihak original equipment manufacturer (OEM), dukungan pemerintah maupun provider telekomunikasi dan developer aplikasi terus mengembangkan ekspansi bisnis. "Qualcomm tumbuh bersama dengan ekosistem," tambahnya.

Prediksi penetrasi smartphone ini berdasarkan dari riset Frost & Sullivan, di mana penetrasi perangkat telefon pintar ini tumbuh dari 9 persen di 2012. Kemudian, penetrasi smartphone di Indonesia semakin meningkat hingga lebih dari 50 persen di dua tahun mendatang.

Qualcomm juga merangkul semua bisnis partner, termasuk para pemain lokal. Selain itu, mitra dari penyedia telekomunikasi berbasis CDMA maupun GSM.  "Kita akan support mereka. Paling utama yang ingin ditekankan, kami tetap dukung mereka dengan teknologi Qualcomm yang kita improve," jelasnya.

John Stefanac, Presiden Qualcomm Asia Tenggara dan Pasifik menambahkan, pihaknya terus melihat pertumbuhan ini sebagai sebuah peluang bisnis. Masyarakat dinilai telah "melek" teknologi dan bisa memiliki lebih dari satu perangkat, baik itu smartphone atau tablet.

"Kami lihat orang banyak mengakses informasi lewat smartphone. Mereka banyak pakai device itu untuk komunikasi," ungkap John. Untuk itulah, menurutnya, Qualcomm melihat peluang untuk terus merangkul semua mitra bisnis dan memberikan inovasi yang bisa dinikmati semua kalangan masyarakat.

Ben mengatakan, menurut riset GFK, pada 2012, 13 juta unit smartphone terjual di Indonesia. GFK melihat tahun ini pertumbuhan akan sangat signifikan dengan estimasi penjualan smartphone mencapai di atas 20 juta unit.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini