Teknologi Ini Mampu Cegah Kecelakaan Pesawat Terbang

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Sabtu 11 Mei 2013 10:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2013 05 10 56 805190 1cPVa7RyNa.jpg (Foto: 3news)

LONDON - Maskapai penerbangan di Inggris membuat awan debu vulkanik buatan untuk menguji teknologi deteksi debu. Pengembangan detektor debu ini bertujuan untuk menghindari adanya kerusakan yang melumpuhkan lalu lintas udara ketika terjadi peristiwa gunung meletus.

Dilansir 3news, Jumat (10/5/2013), teknologi ini dikembangkan guna menghindari terulangnya peristiwa kekacauan lalu lintas udara pada letusan gunung api pada tiga tahun lalu. Pengumuman ini dibuat oleh easyJet, yang memperoleh satu ton abu di Islandia oleh para ilmuwan.

Pada erupsi yang terjadi di 2010, perjalanan udara hampir ditangguhkan selama beberapa hari di Eropa. Erupsi ini juga mengakibatkan jutaan penumpang menumpuk karena kekhawatiran awan abu bisa mengganggu mesin pesawat dan terlalu berbahaya apabila pesawat nekat diterbangkan.

EasyJet PLC mengatakan bahwa pihaknya kini bekerja dengan Airbus dan Nicarnica Aviation pada pengembangan teknologi inframerah yang dipasangkan pada pesawat terbang. Inframerah ini akan memberi gambar awan debu ke pilot dan operator kontrol di lapangan.

Perusahaan yang berbasis di Inggris ini juga mengatakan bahwa sistem bisa bekerja seperti radar cuaca, yang memungkinkan pilot untuk dapat mengetahui keberadaan awan debu hingga jarak sejauh 100 kilometer. Pilot kemudian dapat mengantisipasi untuk menghindari awan debu tersebut.

"Saat ini tidak ada teknologi radar yang dapat mendeteksi abu, dan bahkan di siang hari pilot tidak bisa melihat itu," ujar  Ian Davies, direktur teknik easyJet. Lebih lanjut ia mengatakan, teknologi ini memungkinkan pilot dan operator lapangan untuk mendapatkan gambaran 3D terkait darimana awan abu itu berasal serta menelusuri pergerakannya.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini