Spesies Ular Baru Ini Terancam Punah

Ayunda W Savitri, Jurnalis · Rabu 15 Mei 2013, 09:25 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2013 05 15 56 807139 dcRGdnf16K.jpg Ular hijau atau Bothriechis guifarroi (Foto: RedOrbit)

TEGUCIGALPA – Para ilmuwan belum lama ini menemukan spesies ular berbisa baru berwarna hijau di Honduras utara. Ular ini mulanya dianggap sejenis dengan ular beracun sawit lainnya di Honduras, namun analisis genetik menyatakan bahwa ini merupakan spesies baru.

Dikutip RedOrbit, Rabu (15/5/2013), ular hijau (Bothriechis guifarroi) pertama kali ditemukan oleh para ilmuwan saat melakukan ekspedisi pada 2010 lalu. Ular ini termasuk spesies endemik (organisme yang ditemukan hanya di satu tempat dan tidak ditemukan di tempat lain) ke-15 di hutan dataran tinggi Texiguat Wildlife Refuge, Honduras.

Akan tetapi, para ilmuwan mengklaim spesies baru ini memiliki risiko kepunahan karena habitatnya yang terbatas.

“Kami merekomendasikan Bothriechis guifarroi untuk segera direkomendasikan, sebab spesies ini menunjukkan akan mengalami kepunahan dalam beberapa tahun lagi. Keterbatasan daerah memiliki potensi terhadap kerusakan habitatnya,” ungkap peneliti utama Departement of Biologi dari Indiana University of Pennyslvania, Dr. Josiah Townsend.

“Kami juga menganggap bahwa spesies ini perlu mendapat perlindungan segera dari CITES (Convention on International Trade in Endangered Species), mengingat penampilannya yang mencolok dan berpotensi tinggi untuk dieksploitasi dalam perdagangan hewan peliharaan,” lanjutnya.

Sekedar tambahan informasi dari Wikipedia, ular berbisa dibedakan dari organ penginderaan panas yang terletak di antara mata dan lubang hidung pada kedua sisi kepalanya.  Keunikan spesies ini adalah memiliki sepasang organ yang sangat sensitif untuk mendeteksi mangsanya yang berdarah panas.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini