Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Telkomsel: SMS Spoofing Fenomena Lama, Waspada Marak Lagi!

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Senin 17 Juni 2013 15:35 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2013 06 17 54 823165 6Do5mZr2oB.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Adita Irawati, Head of Corporate Communications Group Telkomsel melalui percakapan telefon kepada Okezone mengatakan, secara ketentuan bahwa pesan yang bersifat mengatasnamakan orang lain dan menggunakan nomor seseorang tanpa sepengetahuan adalah sebuah tindakan yang tidak bisa dibenarkan.

SMS Spoofing juga identik dengan tindakan-tindakan semacam penipuan. Siapapun bisa mengakses internet dan teknik yang memungkinkan orang untuk mengirim SMS (gratis) dengan mengatasnamakan orang lain ini pun sangat mudah. Praktek 'adu domba' melalui perangkat digital ini hanya memerlukan koneksi internet dan cukup mendaftar di salah satu situs. Mirisnya, sejumlah jaringan operator seluler di Indonesia kabarnya masih bisa ditembus.

Menanggapi hal itu, Adita mengatakan bahwa aktivitas penipuan semacam itu bukan hal baru. "Kita tahu aplikasi ada di internet, ini fenomena lama, kita antisipasi saja," ungkapnya. Menurutnya, mengirimkan SMS gratis itu (melalui internet dan mengatasnamakan kepada orang lain) dan menyalahgunakan nomor orang lain merupakan aktivitas yang tidak diperbolehkan.

"Secara sistem kita melakukan (terus melakukan) perbaikan di dalam, kita juga sosialisasi, iming-iming hadiah itu (misalnya) bisa dikonfirmasi (lebih lanjut). Kita juga lakukan edukasi," tuturnya. Ia mengatakan, pihak operator juga bisa mengirim SMS broadcast agar pelanggan tetap waspada. Selain itu, pihaknya juga memasang iklan layanan masyarakat dan memberikan akses mudah bagi para pelanggan yang ingin bertanya atau konfirmasi mengenai hadiah tersebut.

Apabila terdapat nomor yang 'bandel' dan nomor tersebut banyak dilaporkan, maka perusahaan bisa melakukan tindakan seperti memblokir nomor tersebut. Menurutnya, pihak operator juga sangat kooperatif apabila kasus tersebut sudah masuk ke domain investigasi.

"Kalau itu sudah masuk domain investigasi bisa ditelusuri lebih jauh. Operator yang punya jaringan, investigasi bisa kita lakukan apabila diminta oleh pihak yang berwajib," pungkasnya.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini