Pelanggan TV Kabel Ilegal Kian Menjamur di Tanah Air

Ramadhan Aditya, Jurnalis · Sabtu 27 Juli 2013 09:41 WIB
https: img.okezone.com content 2013 07 27 55 843314 pgSiwBjsyJ.jpg ilustrasi

JAKARTA - Asosiasi Penyelenggara Multimedia Indonesia (APMI) bersama POLRI terus memerangi pembajakan tv kabel dengan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Dikatakan oleh Kepala Subbidang Pengaduan dan Penyelidikan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual, Salmon Pardede, pada konferensi pers Jumat (26/7/13) malam, di Jakarta, sudah ada 31 operator ilegal yang dilaporkan melakukan pembajakan, tercatat sejak 2012.

Dari 31 kasus tersebut sebanyak 7 lokal operator ilegal sudah diproses pengadilan negeri, 23 masih dalam pemberkasan kepolisian, dan satu kasus dilimpahkan ke JPU (jaksa penuntut umum). Baru-baru ini kepolisian sedang menangani 3 laporan tentang pembajakan tv kabel di Palangkaraya, Pontianak, dan Manado yang masih dalam proses penyelidikan.

Seperti diketahui, berdasarkan data yang pernah dirilis pada 2011 jumlah pelanggan tv kabel ilegal mencapai dua juta per bulannya. Dan kerugian penyelenggara tv kabel resmi dan negara hingga miliaran rupiah.

Dikatakan Handiomono, Kepala Hukum dan Litigasi APMI, jumlah pelanggan tv kabel ilegal lebih banyak daripada pelanggan tv kabel resmi secara keseluruhan. "Pelanggan tv kabel ilegal sekitar 5-6 juta, sedangkan pelanggan tv kabel resmi jika ditotal hanya 3-4 juta," ungkapnya.

Lebih lanjut Handiomono menjelaskan, kebanyakan para pelanggan tv kabel ilegal ini tidak mengetahui kalau dirinya menggunakan layanan tidak resmi. Paling banyak layanan operator ilegal ini ditemukan di wilayah Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatera.

Dari kasus-kasus tersebut beberapa sudah menghasilkan keputusan hukum, dan ada pula yang masih dalam taraf persidangan. Saat ini APMI bersama Mabes Polri terus melakukan penindakan hukum di 8 propinsi, antara lain Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara. Beberapa diantaranya sudah dilakukan sweeping dan penyitaan.

"Kita sudah melakukan banyak kemajuan dalam penindakan. Selanjutnya akan dilakukan penindakan yang lebih masif dengan kegiatan investigasi dalam beberapa wilayah," pungkas Salmon Pardede.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini