Waspada, Smartphone Perusak Mata Anda

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Senin 19 Agustus 2013 12:20 WIB
https: img.okezone.com content 2013 08 19 56 851682 XBzX0i7KlB.jpg Ilustrasi (Foto: Technobuffalo)

LONDON - Ahli bedah mata David Allamby, pendiri Focus Clinics di Inggris mengungkapkan bahwa layar smartphone bisa berpengaruh terhadap kesehatan mata penggunanya. Ketika pengguna menatap layar smartphone dari jarak dekat dan terus menerus, maka pengguna bisa mengalami apa yang disebut 'Screen Sightedness' atau rabun penglihatan.

Dilansir Technobuffalo, Senin (19/8/2013), dalam sebuah interview dengan The Daily Mail, Allamby memprediksi bahwa 40 sampai 50 persen dari pengguna smartphone berusia 30 tahun nantinya akan menderita rabun di 2033. Hal ini diperparah dengan semakin populernya smartphone atau perangkat dengan fitur layar sentuh di masa depan, yang beredar di seluruh dunia.

Ia mengungkap kebiasaan para pengguna smartphone ini antara lain, pengguna bisa menghabiskan lebih banyak waktu untuk menatap layar, di mana kemampuan mata manusia tidak bisa dipaksa terus menerus menatap layar perangkat tersebut. Selain itu, orang akan secara alami memegang smartphone lebih dekat ke wajah mereka ketimbang mereka menatap tulisan teks dari buku atau koran.

Adopsi cepat penggunaan smartphone benar-benar akan mengubah cara manusia mengembangkan masalah mata. Allamby mengungkapkan, dahulu, pengidap miopia (rabun) ini bisa muncul ketika seseorang berusia 21 tahun.

Dikhawatirkan, adopsi smartphone sejak masa kanak-kanak atau remaja akan memunculkan pengidap miopia atau rabun jauh dari usia yang lebih dini. "Orang-orang perlu memastikan bahwa mereka membatasi waktu menatap layar sedapat mungkin," kata Allamby.

Ia mengimbau agar pengguna sesekali harus keluar rumah tanpa membawa smartphone miliknya atau mendapatkan sinar matahari agar pancaran sinar layar dari perangkat bisa dikurangi. Orangtua juga diharapkan bisa bijak dalam memberikan izin kepemilikan smartphone pada anak-anak.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini