Share

Masyarakat Indonesia Keranjingan Gadget Hingga 2017

Ramadhan Aditya, Jurnalis · Jum'at 23 Agustus 2013 05:01 WIB
https: img.okezone.com content 2013 08 22 57 854018 3zm7di7PLA.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Sebuah penelitian baru mengungkapkan bahwa kebanyakan orang Indonesia memiliki perilaku konsumtif dalam pembelian smartphone dan tablet. Berdasarkan data survei dari Cisco Visual Networking Index (VNI) Forecast, akan ada 370 juta pembelian ponsel atau komputer tablet yang dilakukan oleh warga Indonesia pada 2017 mendatang.

Menurut data dari VNI Forecast Cisco, pada 2011, tercatat ada 250 juta pembelian berbagai ponsel dan komputer tablet di Indonesia. Hanya dalam satu tahun, menurut penelitian Cisco, pemilik ponsel di Indonesia meningkat 50 juta menjadi 300 juta pengguna. Pertumbuhan ini diperkirakan akan terus berkembang hingga 2017 menjadi 370 juta pengguna ponsel atau komputer tablet.

Menurut Director for Mobility Architecture for Asia Pacific, Japan, and Greater China, Dirk Wolter, peningkatan jumlah ini dikarenakan perilaku konsumtif warga Indonesia disertai gaya hidup yang berubah mengikuti perkembangan teknologi. "Seperti dapat kita lihat, satu orang di Indonesia sekarang bisa memiliki 4 ponsel. Ponsel ini untuk hal itu, yang lainnya untuk hal ini dan semacamnya. Ya seperti yang Anda punya, benar kan?" tutur Wolter memberikan penjelasan lewat telepresence dari Singapore, Kamis (22/8/2013).

Selain perilaku konsumtif yang meningkat, lanjut Wolter, hal lain yang membuat pertumbuhan pasar gadget di Indonesia melonjak karena hadirnya ponsel-ponsel atau tablet dengan harga yang miring disertai pembelian gadget second. Orang-orang cenderung memilih untuk membeli ponsel tangan kedua karena harganya lebih murah dari yang baru. Dan bagi sebagian orang Indonesia itu dianggap tak menjadi masalah. "Di Amerika, di Eropa, orang-orang tak ada yang membeli ponsel atau tablet bekas. Mereka semua membeli barang yang baru," terang Wolter.

Lebih lanjut Wolter menjelaskan, pertumbuhan pengguna ponsel yang mulai menjamur di Indonesia ini juga diikuti oleh gaya hidup seseorang yang selalu membutuhkan internet dalam aktivitasnya. "Sekarang saja 93 persen dari bisnis apapun yang ada memerlukan koneksi internet. Beberapa tahun ke depan internet dibutuhkan tak hanya dari segi bisnis saja, tapi kebanyakan dari aktivitas kehidupan seseorang," lanjut Wolter.

Data dari Cisco menjelaskan keuntungan paling banyak di dunia telekomunikasi bersumber dari internet data, diikuti oleh layanan pesan SMS, dan paling sedikit dari layanan telepon. Pada 2011 tercatat sebanyak USD11 miliar keuntungan secara keseluruhan di dunia telekomunikasi Indonesia bersumber dari internet data.

Sedangkan keuntungan yang didapat lewat layanan pesan SMS sebanyak USD9 miliar diikuti oleh layanan telepon yang hanya menyentuh USD6 miliar. Angka tersebut diprediksi akan terus meningkat pada 2017. Cisco memperkirakan keuntungan yang diraup dari internet data akan melonjak menjadi USD15 miliar, sedangkan layanan SMS dapat meraup USD12 miliar, dan layanan suara mencapai USD8 miliar.

Menurut Wolter, selain digunakan untuk melakukan aktivitas pekerjaan dan bisnis, penggunaan internet data yang melonjak tersebut juga didominasi oleh aktivitas masyarakat dalam bersosial media.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini