CEO Microsoft Dinilai Kurang Visioner

Andina Librianty, Jurnalis · Minggu 25 Agustus 2013, 16:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2013 08 25 325 855184 8ODnWuu21B.jpg Steve Ballmer (Foto: newyorker.com)

CALIFORNIA - Steve Ballmer akan meninggalkan kursi Chief Executive Officer (CEO) Microsoft pada tahun depan, kabar itu mengejutkan industri teknologi. Sejumlah pihak yang mengenal Microsoft dan Ballmer secara pribadi mulai mengeluarkan pendapat mereka, salah satunya seorang profesor manajemen di Massachusetts Institute of Technology, Michael Cusumano.

Dilansir Softpedia, Minggu (25/8/2013), selain seorang profesor, Cusumano juga dikenal sebagai penulis buku Microsoft yang diterbitkan pada 1995. Menurutnya, tantangan terbesar Ballmer adalah mendorong perusahaan untuk bergerak di luar pasar Personal Computer (PC).

Ballmer, kata Cusumano, tidak cukup bisa menjadi pemimpin visioner yang diharapkan dari CEO Microsoft, meskipun selalu menunjukkan cinta yang besar bagi perusahaan.

Ballmer mengambil alih posisi CEO dari Bill Gates pada 2000, ketika itu pasar smartphone sudah menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan luar biasa. Sehingga Ballmer tidak punya pilihan lain, selain mengikuti arus tersebut.

"Dalam banyal hal, ia (Ballmer) memiliki pekerjaan yang sangat sulit. Ketika Bill Gates mengundurkan diri pada 2000, ia pergi pada saat kritis. Semua perubahan itu dipegang oleh Ballmer, yang lebih sebagai seorang 'penjual' daripada pemimpin teknis atau visioner pasar," tutur Cusumano seperti dikutip oleh Bloomberg.

"Microsoft memiliki jalan yang hebat selama 30 tahun, tapi itu (Microsoft) terlalu banyak berharap kepada seseorang seperti Steve (Ballmer), yang lebih seperti CEO pengurus daripada seorang pemimpin visioner, untuk membawa Microsoft ke level berikutnya," lanjutnya.

Diungkapkan Cusumano, ia pernah bertemu langsung dengan Ballmer beberapa kali. Menurutnya, pria yang telah menjabat sebagai pucuk pimpinan Microsoft selama 13 tahun itu merupakan motivator yang baik, memiliki energi hebat, antusiasme luar biasa, dan sangat mencintai Microsoft.

"Energinya menular. Tapi Microsoft bersaing di pasar dimana persaingan dan kecepatan berubah dengan sangat cepat dan jika Anda tidak memimpin permainan, maka Anda mungkin ada di bawah," ungkapnya.

Adapun Ballmer akan tetap menjabat sebagai CEO Microsoft dalam 12 bulan mendatang. Sampai saat itu, sebuah komite khusus Microsoft akan mencari kandidat suksesornya, baik dari pihak internal atau eksternal perusahaan.

(adl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini