Pengasaman Laut Pengaruhi Kelangsungan Hidup Ikan

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Senin 26 Agustus 2013 12:19 WIB
https: img.okezone.com content 2013 08 26 56 855472 rFjQnVJGuz.jpg Ilustrasi (Foto: Background-free)

WASHINGTON - Pengasaman laut bisa mengubah ekosistem laut di Bumi hingga akhir abad ini. Para ahli di Alfred Wegener Institute, Helmholtz Centre for Polar and Marine Research (AWI) meneliti sejauh mana pengasaman laut ini bisa mempengaruhi kelangsungan hidup biota laut.

Dilansir Sciencedaily, Senin (26/8/2013), dalam sebuah studi terbaru, peneliti menganalisis semua data yang tersedia pada reaksi hewan laut hingga pengasaman laut. Peneliti menemukan bahwa sebagian besar spesies hewan laut dipengaruhi oleh pengasaman laut.

Lautan menyerap lebih dari seperempat karbon dioksida antropogenik yang dipancarkan ke atmosfer. Lautan membentuk seperti tempat penyimpanan alami dan diyakini berpengaruh terhadap pemanasan global di Bumi.

Akan tetapi, kapasitas penyimpanan alami tersebut terbatas. Karbon dioksida larut dalam air, membentuk asam karbonat dan mempengaruhi nilai pH pada laut. Dengan demikian, nilai pH yang dipengaruhi oleh asam karbonat tersebut bisa berdampak terhadap biota atau ekosistem laut.

Dalam beberapa tahun, terdapat banyak penelitian yang mengungkap bagaimana spesies hewan laut berinteraksi dengan sejumlah besar karbon dioskda dan pengasaman laut. Peneliti mengamati beberapa hewan seperti krustasea, karang, Lebih dari moluska, vertebrata seperti ikan dan bintang laut serta landak laut.

Penelitian telah mengungkap lebih dari 150 spesies yang berbeda. "Studi kami menunjukkan bahwa semua kelompok hewan dianggap dipengaruhi secara negatif oleh konsentrasi karbon dioksida tinggi. Karang, echinodermata dan moluska di atas semua reaksi yang sangat sensitif terhadap penurunan nilai pH," tutur peneliti Astrid Wittmann dari AWI.

Ilmuwan memprediksi bahwa beberapa echinodermata seperti bintang laut memiliki kemungkinan bertahan hidup yang lebih rendah. Dengan dampak pengasaman laut oleh karbon dioksida ini, biota laut ini diestimasi sulit bertahan hidup hingga 2100.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini