NASA Voyager 1 Berhasil Keluar dari Sistem Tata Surya

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Jum'at 13 September 2013 17:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2013 09 13 56 865653 LOxYwFZbCn.jpg (Foto: Tgdaily)

CALIFORNIA - Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, mengonfirmasi bahwa satelit atau probe Voyager 1 telah keluar dari sistem tata surya. Setelah 36 tahun bergentayangan di luar angkasa, akhirnya satelit tersebut keluar dari sistem tata surya.

Dilansir Tgdaily, Jumat (13/9/2013), NASA mengungkap bahwa Voyager 1 merupakan objek buatan manusia yang pertama kali berhasil menembus kedalaman luar angkasa dan berada di luar sistem tata surya. Kabarnya, satelit ini berjarak 12 miliar mil (19 miliar kilometer) dari Matahari.

Data yang tak terduga dan baru mengindikasikan Voyager 1 telah menempuh perjalanan selama satu tahun melalui plasma atau gas terionisasi di antara bintang.

Voyager berada di daerah transisi di luar gelembung surya (solar bubble), di mana beberapa efek dari matahari masih terlihat. Sebuah laporan pada analisis data baru ini dipublikasikan dalam jurnal Science.

"Sekarang kami memiliki data baru, data kunci. Kami percaya ini merupakan lompatan bersejarah umat manusia ke dalam ruang antar bintang," kata Ed Stone, ilmuwan proyek Voyager yang berbasis di California Institute of Technology, Pasadena.

Ia mengatakan, tim Voyager membutuhkan waktu untuk menganalisis pengamatan dan memahami posisi pesawat atau satelit luar angkasa tersebut. Voyager 1 tidak memiliki sensor plasma yang bekerja, sehingga para ilmuwan memerlukan cara khusus untuk menentukan lingkungan plasma pesawat luar angkasa tersebut.

  

Adanya coronal mass ejection atau ledakan besar angin matahari dan medan magnet pada Maret 2012, bisa memberikan data yang diperlukan bagi ilmuwan.

Voyager 1 diluncurkan pada 1977 bersama dengan saudaranya, Voyager 2 untuk mengobservasi planet terluar. Voyager 1 kini mencapai 120 kali lipat lebih jauh dari matahari ketimbang dengan Bumi.

Voyager 1 dan Voyager 2 memilki arah yang berbeda ketika menuju keluar dari tata surya. Pesawat luar angkasa ini didukung oleh peluruhan lambat dari plutonium radioaktif. Voyager 1 akan mulai kehabisan energi pada 2020. Di 2025, pesawat luar angkasa ini sepenuhnya akan kehabisan energi.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini