Share

Kamera "Super" Smartphone Tekan Canon & Nikon

Andina Librianty, Jurnalis · Sabtu 21 September 2013 17:15 WIB
https: img.okezone.com content 2013 09 21 57 869761 gEY0G20rfM.jpg Xperia Z1 yang dipasang lensa khusus (Foto: Bloomberg)

TOKYO - Bisnis kamera global berpusat di Jepang, di mana dua pemain utama yaitu Canon dan Nikon lahir. Namun pendapatan industri kamera dilaporkan mengalami penurunan dalam satu dekade ini ditengah melonjaknya penjualan smartphone.

 

Menurut perusahaan jasa keuangan global UBS AG, Nikon pun sebagai produsen kamera nomor 2 di dunia telah memangkas harga guna memikat konsumen. Tak menutup kemungkinan, Canon yang saat ini memimpin pasar akan segera melakukan langkah serupa. Jika terjadi, maka akan memberikan tekanan kepada produsen kamera kecil.

 

"Ada terlalu banyak pemain. Ini akan menyulitkan produsen kamera kecil, bahkan jika hanya untuk mempertahankan bisnis ditengah persaingan Canon dan Nikon yang tampaknya akan semakin intensif," ungkap analis UBS di Tokyo, Ryosuke Katsura. Demikian seperti dikutip dari Bloomberg, Sabtu (21/9/2013).

 

Sejak Apple memperkenalkan iPhone pada 2007, saham Canon dan Nikon mengalami penurunan karena menurunnya permintaan. Penjualan model kompak mengalami penurunan karena smartpohne menggantikan kamera point-and-shoots, yang menjadi bagian terbesar di pasar. Kini margin model single-lens-reflex (SLR), yang 80 persen dikuasai oleh Canon dan Nikon, juga mulai melambat.

 

Sementara itu, menurut Morgan Stanley MUFG Securities, pengapalan kamera kemungkinan akan turun 30 persen pada tahun ini menjadi 69 juta unit. Bahkan akan tetap terjadi meski manufaktur kamera mencoba memperlambat penurunan dengan menambahkan fitur smartphone seperti WiFi dan Bluetooth.

 

Industri kamera saat ini memang tenggah berlangsung sengit, terlebih lagi dengan kamera smartphone yang semakin canggih seperti Galaxy S4 dengan kamera 13 MP, Xperia Z1 dengan 20,7 MP, dan Lumia 1020 dengan 41 MP. Meskipun jumlah piksel hanyalah salah satu dari sekian banyak faktor penting yang mempengaruhi kualitas gambar.

 

Namun menurut manajer penjualan ekuitas Jepang di BGC Partners, Amir Anvarzadeh, meskipun Canon dan Nikon sebagai duo besar industri kamera membuat pembeda tersendiri, tapi pendapatan akan tetap berada di bawah tekanan karena smartphone telah "menerkam" kamera kompak dan margin SLR juga mengalami penurunan. "Ini tidak akan kembali dalam waktu dekat," tuturnya.

(adl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini