Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polusi Udara Asia & Eropa Mengkhawatirkan

Ramadhan Aditya, Jurnalis · Senin 30 September 2013 08:07 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2013 09 30 56 873840 dZozG8UOsi.jpg Warna coklat menunjukkan tingkat polusi tinggi, dan yang lebih gelap menyebabkan kematian. (foto: NASA)

CALIFORNIA - Data terbaru dari Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika (NASA) menyebutkan Asia dan Eropa Timur sebagai wilayah dengan tingkat polusi tertinggi di Bumi. Dari polusi tersebut menyebabkan angka kematian meningkat pada orang usia muda.

NASA menggabungkan data tentang polusi udara secara global dengan data yang dimiliki oleh North Carolina University. Dari data tersebut menghasilkan peta yang menunjukkan wilayah dengan polusi udara tertinggi, wilayah dengan angka kematian akibat polusi, dan tingkat polusi yang terus meningkat.

Berdasarkan data dari NASA, seperti dikutip dari Daily Mail, Senin (30/9/2013) sekira 2,1 juta orang di dunia mati muda disebabkan polusi udara. Peta polusi tersebut didapatkan NASA dengan membandingkan data pada 1 Januari 1850 dengan data 1 Januari 2000 yang menghasilkan rata-rata angka kematian per 1.000 kilometer kubik tiap tahunnya.

Dari data tersebut juga diungkapkan bahwa partikel udara jahat berupa debu dan jelaga memiliki besar 2,5 mikrometer atau lebih kecil. Partikel jahat ini dinamakan PM 2,5 dan dapat menyebabkan gangguan kesehatan karena ukurannya yang kecil mudah masuk ke dalam paru-paru manusia.

Peta tersebut menunjukkan wilayah Asia memiliki masalah serius dalam polusi udara, khususnya di wilayah China dan India. Peta polusi udara juga menunjukkan bahwa Indonesia termasuk ke dalam wilayah yang memiliki udara kotor. Hanya sebagian Pulau Sumatera dan Papua yang aman dari polusi.

Sedangkan beberapa wilayah di Amerika juga menunjukkan peningkatan polusi udara yang signifikan sejak tahun 1850.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini