Peneliti Sediakan Koneksi Internet Dalam Air

Gesit Prayogi, Jurnalis · Rabu 16 Oktober 2013 11:35 WIB
https: img.okezone.com content 2013 10 16 55 882103 R3NjxouCFm.jpg Uji coba internet dalam air oleh peneliti dari Universitas Buffalo, New York.

CALIFORNIA - Para peneliti dari Universitas Buffalo, New York, Amerika Serikat (AS), mengembangkan sebuah sistem untuk menyediakan koneksi internet di dalam air.

Sistem yang diberi nama 'deep-sea computing network' akan membuka jalur bagi pihak yang ingin mendeteksi terjadinya tsunami, mengumpulkan data, dan melakukan monitoring aktivitas di lepas pantai untuk kepentingan eksplorasi minyak dasar laut. Demikian dilansir Cnet, Rabu (16/10/2013).

"Jaringan nirkabel di dalam air memberikan kita kemudahan dalam mengumpulkan dan menganilis data dari laut secara real time," ucap Ketua Peneliti Tommaso Melodia.

"Semua data yang tersedia bisa tersedia ke siapa saja dengan sebuah smartphone atau komputer khususnya ketika ancaman tsunami atau bencana lain terjadi, bisa membatu menyelamatkan nyawa," sambungnya.

Selain memiliki fungsi sebagai sistem pendeteksi dini bencana dan eksplorasi minyak, sistem ini lanjut Melodia bisa mendeteksi ikan dan mamalia bawah air, dan mencari cara bagaimana melindungi mereka dari aktivitas kapal dan bahaya lainnya. "Internet di dalam air memiliki banyak fungsi," katanya.

Jaringan nirkabel umumnya menggunakan gelombang radio yang dimanfaatkan untuk mengirimkan data. Sayangnya, sistem ini tidak bisa berfungsi di dalam air.

Sejumlah agensi seperti Angkatan Laut, menggunakan gelombang suara untuk mengirim informasi yang kemudian dikonversikan ke gelombang radio. Metode ini membutuhkan proses yang cukup panjang.

Nah, Melodia dan rekan-rekan dari peneliti tengah berupaya merampingkan proses pengiriman data dengan menggunakan jaringan sensor di dalam air langsung ke laptop, smartphone, tablet, dan perangkat lainnya secara real time.

Peneliti pun berhasil melakukan ujicoba jaringan komputasi dalam air yang di Danau Erike. Tapi sistem ini belum bisa diterapkan dan masih memerlukan beberapa pengembangan.

(gst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini