Lenovo Tak Dapat Restu Pinang BlackBerry

Ayunda W Savitri, Jurnalis · Senin 21 Oktober 2013 07:49 WIB
https: img.okezone.com content 2013 10 21 57 884194 lWdlabf35w.jpg Ilustrasi (Foto: BGR)

WATERLOO – Setelah sebelumnya beberapa perusahaan besar ternama di dunia, seperti Google, LG, Samsung, dan Intel menunjukkan ketertarikannya untuk mengakusisi BlackBerry, kali ini santer terdengar kabar bahwa Lenovo pun ikut tertarik untuk membidiknya.

Wall Street Journal (WSJ) melaporkan jika perusahaan asal China itu telah menandatangani perjanjian yang memungkinkannya mempelajari laporan keuangan BlackBerry lebih dalam lagi. Belum bersedia untuk buka suara, tetapi disitat dari BGR, Senin (21/10/2013) pascarumor tersebut nyaring terdengar, saham perusahaan yang berbasis di Kanada itu mengalami sedikit peningkatan.

Akan tetapi laporan The Globe and Mail menunjukkan, kemungkinan besar kesepakatan antara Lenovo dan BlackBerry tidak akan ‘memancing’ apalagi mengubah keadaan. Sebab, kecil harapan untuk pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Kanada untuk membiarkan perusahaan China mengambil alih BlackBerry begitu saja.

Sumber yang sama mengungkapkan bahwa pemerintah Negeri Pecahan Es itu telah ‘membunuh’ beberapa perusahaan asing yang berusaha mengambil alih perusahaan di negaranya. Termasuk, tawaran dari perusahaan telekomunikasi Winnipeg asal Mesir belum lama ini.

Menurut  mantan pejabat Dinas Intelijen Keamanan Kanada (CSIS) Juneu-Katsuya, jika perusahaan Mesir yang ‘mengibarkan bendera merah’ kepada Kanada saja ditolak oleh pemerintah, hal yang sama juga harus dilakukan terhadap perusahaan China yang tertarik untuk meminang BlackBerry.

“BlackBerry merupakan pembuat ponsel utama yang banyak digunakan oleh para pejabat dan pemerintah. Dari segi itu saja, rasanya tidak etis dan tidak pantas apabila perusahaan tersebut dijual kepada entitas asing yang tidak memiliki ‘ranah’ dan kepentingan dengan kami,” pungkasnya.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini