Share

Indonesia Peringkat Pertama Pembajakan Software se-ASEAN

Ayunda W Savitri, Jurnalis · Rabu 23 Oktober 2013 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2013 10 22 325 885137 T4zYr6RgAk.jpg Ilustrasi (Foto: Reuters)

JAKARTA – Tingkat aksi pembajakan piranti lunak di Tanah Air dari tahun ke tahun kian memprihatinkan. Laporan Global Software Piracy Study dari Business Software Alliance (BSA) tahun lalu mengungkapkan bahwa tingkat pembajakan piranti lunak di Indonesia sudah mencapai 86 persen.

Dengan presentase itu menempatkan Indonesia di posisi teratas dalam hal pembajakan di kawasan ASEAN. Peringkat kedua diduduki oleh Vietnam (81 persen), Thailand (72 persen), Filipina (70 persen), dan Malaysia (55 persen).

Akibatnya, nilai kerugian yang dialami oleh berbagai pihak juga terus melambung. Sampai dengan akhir tahun lalu saja, jumlahnya diperkirakan mencapai USD1.467 miliar atau sekira Rp16,7 triliun. Kerugian itu tidak hanya ditanggung oleh perusahaan yang menjadi korban, tetapi juga menjadi beban negara.

Dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Okezone, Selasa (22/10/2013) menurut BSA, sebanyak 59 persen pengguna komputer di Indonesia mengaku membeli piranti lunak bajakan untuk kepentingan pribadi.

“Pembajakan piranti lunak merupakan salah satu faktor penghambat perkembangan ekonomi suatu negara, karena bagaimana pun perusahaan pengembang piranti lunak merupakan salah satu sumber pendapatan negara khususnya dalam bidang industri teknologi informasi,” tutur Kuasa hukum Tekla Indonesia Donny Sheyoputra.

“Pembajakan piranti lunak juga menimbulkan masalah lain dalam dunia bisnis. Sebab, para investor akan menjadi ragu untuk menanamkan modalnya di Indonesia akibat maraknya pelanggaran hak cipta,” pungkasnya.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini