Studi: 38% Anak di Bawah 2 Tahun Akrab dengan Gadget

Ayunda W Savitri, Jurnalis · Selasa 29 Oktober 2013 12:10 WIB
https: img.okezone.com content 2013 10 29 57 888564 vsOgug7Gaf.jpg Ilustrasi (Foto: Mashable)

CALIFORNIA – Sebuah studi menemukan bahwa dua dari lima anak telah akrab menggunakan tablet atau smartphone jauh sebelum mereka bisa berbicara satu kalimat lengkap. Hal ini menjadikan penggunaan perangkat mobile di kalangan anak-anak toddler ini menjadi sangat pesar dibandingkan dengan media lainnya.

Penelitian yang dilakukan oleh organisasi Common Sense Media menjelaskan, terdapat sekira 38 persen anak-anak di bawah usia dua tahun kerap menggunakan perangkat mobile untuk bermain game, menonton video, dan lain sebagainya.

Bahkan, dilansir dari Mashable, Selasa (29/10/2013) pada usia delapan tahun sebanyak 72 persen anak-anak sudah menggunakan smartphone dan tablet.

“Ini adalah tanda-tanda generasi digital telah lahir,” kata pendiri sekaligus CEO Common Sense Media Jim Steyer.

Studi juga mengemukakan bahwa anak-anak di bawah usia dua tahun yang masihlebih suka menonton televisi ada sekira 66 persen, bermain menggunakan komputer sebesar 10 persen, dan pembelian DVD sebanyak 46 persen.

Anak-anak menghabiskan waktu bermain dengan tablet dan smartphone cukup lama. Diketahui anak-anak usia 0-8 tahun menghabiskan rata-rata 15 menit dalam sehari menggunakan perangkat mobile.

“Kami melihat perubahan yang mendasar pada perilaku anak-anak dalam mengonsumsi media. Anak-anak yang bahkan belum bisa bicara saja akan berjalan menuju layar TV dan mencoba menggesernya seperti pada iPad atau iPhone,” lanjut Steyer.

Steyer menjelaskan bahwa tingginya akses anak-anak terhadap perangkat mobile memiliki sisi baik dan buruk. Ya tablet bisa menjadi sarana pendidikan yang baik bagi anak, tetapi penggunaan secara berlebian bisa membuat perkembangannya rusak.

Oleh karenanya, American Academy of Pediatrics merekomendasikan bahwa orangtua harus bisa dengan tegas membatasi penggunaan perangkat berlayar sentuh untuk anak di bawah dua tahun. Meski demikian, Steyer percaya jika orangtua dapat memberlakukan penggunaan tablet atau smartphone layar sentuh dengan bijak maka tidak akan menjadi masalah.

“Menggunakan tablet sebagai media pembelajaran bagi anak itu tidak apa-apa. Sebab, teknologi bila digunakan secara bijak akan menjadi elemen yang penting untuk mendukung pendidikan,” ucap Steyer.

Tak lupa juga ia mengingatkan kepada para produsen perangkat untuk mempertimbangkan etika yang baik dalam perangkat, seperti tidak menciptakan aplikasi yang mendorong kecanduan melainkan mengutamakan edukasi dan menghormati privasi keluarga.

“Tren ini menjadi masalah dan tantangan besar bagi industri teknologi di seluruh dunia. Sebab, memiliki dampak yang besar kepada anak-anak dan keluarga,” pungkasnya.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini