Jelang Deadline, BlackBerry Belum Juga Temukan 'Soulmate'

Ayunda W Savitri, Jurnalis · Senin 04 November 2013 17:17 WIB
https: img.okezone.com content 2013 11 04 57 891724 vuJAZVdeZq.jpg Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

WATERLOO – BlackBerry semakin mendekati tenggat waktu dalam pencarian calon perusahaan untuk ‘menikahinya’. Rencananya, pembuat smartphone asal Kanada itu akan menutup sayembaranya hari ini.

Perusahaan yang dulunya bernama Research In Motion (RIM) ini telah berusaha maksimal untuk ‘mendadani’ sejumlah aset utamanya selama berminggu-minggu lamanya. Namun, rupanya hanya segelintir investor yang tertarik dengan paras BlackBerry. Demikian dikutip Associated Press, Senin (4/11/2013).

Ya, sudah lebih dari satu bulan BlackBerry menjajakan dan menawarkan dirinya untuk memungkinkan jantung bisnisnya tetap berdegup kencang. Akan tetapi, beberapa pihak yang mulanya sempat tertarik untuk membeli aset perusahaan berupa smartphone dan portofolio paten mulai berguguran.

Bloomberg melaporkan, Fairfax Financial sempat begitu yakin untuk membeli BlackBerry seharga USD4,7 miliar dan beberapa kreditur pun berkomitmen siap untuk menyuntikkan dana kepada perusahaan yang bergerak di bidang investasi itu. Akan tetapi, jumlah dana yang tak jua mencukupi itu memaksa Fairfax untuk mundur dari arena.

Akhirnya, Fairfax yang memiliki sekira 10 persen dari saham BlackBerry itu pun mengungkapkan, jika si pembuat smartphone asal Kanada itu menemukan tawaran dari perusahaan lain yang lebih menarik maka Fairfax dengan legowo membatalkan niat untuk berucap janji sucinya itu.

Sontak, pernyataan itu membuka gerbang baru bagi berbagai pihak di dunia untuk memiliki BlackBerry, termasuk mantan pendiri BlackBerry dan pembuat komputer asal China Lenovo. Namun, pemerintah setempat melarang keras pembelian oleh perusahaan asing terkait ketakutannya terhadap kemanan dokumen negaranya.

Namun, BlackBerry masih belum ingin menyerah. Eksekutif BlackBerry telah menjelajahi kantor Facebook.

 “Kami akan segera mengetahui siapa yang akan menjadi penawar tertinggi pilihan perusahaan ini,” ungkap seorang analis teknologi independen Karmi Levy.

Hingga kini memang belum ada kejelasan. Beberapa analis juga mempertanyakan bagaimana nasib portofolio paten yang dimiliki BlackBerry.

“Banyak orang mengatakan paten BlackBerry belum dites, belum divalidasi, dan tidak berharga. Perusahaan itu diketahui memiliki beragam paten sampai dengan sekira 10 ribu yang mencakup teknologi canggih nirkabel, keamanan, mobilitas perusahaan, dan perangkat lunak,” pungkas analis dari National Bank di AS, Kris Thompson.

Akankah BlackBerry menemukan ‘tambatan hatinya’ untuk membantu kelangsungan hidup sebelum detik-detik batas waktu yang ditetapkannya? Kita lihat saja…

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini