Performa Buas LG G2

Andina Librianty, Jurnalis · Senin 11 November 2013 12:48 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2013 11 11 207 894951 lA1fFBeQh2.jpg LG G2 (Foto: Andina/Okezone)

VENDOR smartphone ternama, pada umumnya selalu meluncurkan satu seri flagship setiap tahun. Tak terkecuali LG, yang memperkenalkan G2 pada Agustus 2013 sebagai seri flagship dan merupakan penantang Galaxy S4 besutan Samsung.

Untuk bersaing tidak hanya dengan Galaxy S4, tapi juga smartphone jagoan vendor lain, tentu LG tak main-main dalam memberikan amunisi untuk produk terbarunya ini. Perusahaan asal Korea Selatan ini mengklaim G2 dirancang berdasarkan hasil riset mempelajari kebiasaan penggunaan smartphone.

Mengusung tagline “Learning from You”, lalu bagaimanakah performa smartphone ini? Berikut hasil review Okezone tentang LG G2.

Desain

Berbeda dengan desain kompetitor, termasuk Galaxy S4, G2 memiliki pembeda yang sangat mencolok. Yaitu semua tombol fisik yang biasanya terletak di bagian bawah layar dan samping bodi, kini pindah ke bagian belakang, tepat dibawah kamera dan flash.

Ya, LG memang sengaja memindahkan tombol on/off dan volume yang juga bisa berfungsi sebagai pembidik kamera depan, ke bagian belakang bodi.  Konsep yang disebut sebagai Rear Key ini diklaim lahir setelah LG melakukan sejumlah riset kepada ribuan pengguna.

Keberadaan tombol di belakang bodi bertujuan untuk mempermudah pengguna dalam memotret dengan kamera depan. Tanpa perlu kesusahan menekan tombol kamera di layar. Pada masa awal pemakaian, tombol di bagian belakang akan terasa kurang nyaman. Tapi saat Okezone menjajal, seiring waktu dan kebiasaan, jari-jari akan terbiasa dengan konsep baru ini.

Selain itu, letak tombol baru ini juga tidak mengganggu kenyamanan pengguna saat menggenggam smartphone. Terlebih lagi, ukuran tombol yang juga kecil.

Lalu karena mengusung konsep unibody, slot kartu micro SIM dipindahkan ke sisi kiri. Sedangkan dua mini speaker, port jack audio,  dan USB berada di bagian bawah ponsel, kemudian untuk kamera depan tetap berada dibagian atas layar.

Sayangnya posisi speaker di bagian bawah dapat mengurangi kenyamanan saat mendengarkan musik atau audio dengan posisi ponsel landscape, karena tangan bisa saja tanpa sengaja menutupinya.

Dengan keseluruhan konsep desain baru ini, G2 bisa dibilang memiliki desain lebih sederhana dan terlihat rapi. Namun pemilihan material plastik dan bukannya aluminium seperti HTC One atau iPhone 5S, cukup disayangkan karena G2 merupakan produk flagship.

Kendati memiliki casing plastik, kehadiran garis berwarna silver di sekeliling bodi dapat memberikan kesan mewah pada perangkat genggam ini.

Performa

G2 memiliki layar True HD IPS berukuran 5,2 inci yang terasa halus dan tidak kesat saat jari-jari menyentuhnya. LG menawarkan kemudahan saat mengaktifkan ponsel dari posisi sleep yang disebut sebagai fitur KnockOn, yakni hanya perlu mengetukkan jari dua kali di atas layar. Begitu juga sebaliknya saat dari posisi aktif ke sleep.

Sejatinya, sebagai ponsel dengan layar 5,2 inci tentu G2 bisa disebut sebagai salah satu ponsel ‘jumbo’ yang meramaikan pasar saat ini. Namun untuk mengurangi kesan ‘kebesaran’ saat digenggam, LG memaksimalkan layar dengan memiliki ukuran bingkai bodi dan tepian layar yang tipis. Alhasil, G2 terasa nyaman digenggam meski memiliki ukuran layar yang cukup besar.

Smartphone yang disokong prosesor quad-core 2.26GHz Snapdragon 800 ini juga memberikan kenyamanan saat bermain game. Okezone menjajal bermain game simulasi sepakbola, FIFA 14, tidak ada lag dan ukuran layar juga menambah keseruan.

Saat membuka sejumlah aplikasi secara terus-menerus selama satu menit serta membuka satu aplikasi sedangkan sejumlah aplikasi lain di-minimize, juga tidak ditemui error atau lag dalam penggunaan.

Soal performa, tampaknya G2 tidak diragukan lagi. Anda bisa melihat sekilas hasil benchmark smartphone ini.

Sebagai smartphone andalan, G2 hadir dengan kamera utama 13 megapiksel dan kamera depan 2.1 megapiksel. Hasil foto pun tidak mengecewakan, terutama jika memotret tanpa men-zoom objek. Sebaliknya, semakin besar ukuran zoom, maka hasil foto tidak terlalu baik karena noise terlihat jelas.

Beruntung layar G2 menyuguhkan warna yang cerah, sehingga berdampak pada hasil-hasil foto. Terutama objek foto yang memiliki warna-warna cerah, seperti merah, orange, dan hijau. Untuk memberikan pengalaman yang lebih menarik, terdapat berbagai mode kamera seperti Panorama, Dual Camera, dan Shot & Clear.

Selanjutnya, LG berhasil memberikan kekuatan besar dengan baterai 3000 mAh yang berada di dalam casing G2 karena memiliki stamina yang kuat. Saat dijajal untuk bermain game, mengakses berbagai jejaring sosial, aplikasi, dan menonton video, smartphone ini tidak perlu di-charger dua kali dalam satu hari penggunaan.

Sayangnya, tidak seperti Galaxy S4, G2 tidak memiliki slot microSD. Artinya, pengguna harus rela hanya memiliki memori internal 32GB dengan RAM 2GB untuk menampung semua data seperti aplikasi, unduhan, foto, dan video.

Fitur-fitur

G2 merupakan salah satu smartphone yang kaya fitur. Sejumlah fitur menarik itu antara lain Guest Mode, Capture Plus, Clip Tray, Slide Aside, QSlide, QuickRemote.

Slide Aside dan QRemote

Guest Mode merupakan salah fitur keamanan bagi para pengguna yang ingin menjaga privasi data-data mereka. Jadi, terdapat dua pilihan pattern lock, sehingga Anda bisa mengatur aplikasi atau konten yang bisa dilihat oleh orang lain saat mengakses Guest Mode.

Pernah bingung mencari aplikasi yang bisa mengambil screenshot website secara keseluruhan? Nah, G2 mempermudah pengguna yang ingin mengambil screenshot satu halaman website dengan pilihan Capture Plus di browser bawaannya.

Selanjutnya, ada Slide Aside yang fungsinya mirip dengan “Alt+Tab” pada PC. Anda bisa menyimpan tiga aplikasi dengan cara menggeser setiap aplikasi ke arah kiri dengan tiga jari, lalu melakukan gerakan yang sama ke arah kanan untuk memilih satu diantaranya agar bisa diakses kembali.

Mungkin Anda sudah tak asing dengan fungsi QSlide, yakni sejumlah aplikasi bisa dibuka secara bersamaan di dalam satu layar. Begitu pula di G2, aplikasi-aplikasi itu antara lain video, browser, memo, Qvoice, kalender, kalkulator, email, kontak, file manager, dan phone.

Clip Tray bermanfaat ketika Anda ingin menyimpan hasil copy-paste konten seperti gambar dan link, dalam waktu yang bersamaan. Jadi setiap kali pengguna meng-copy sebuah konten, ikon Clip Tray akan muncul di bagian bawah layar, sehingga Anda akan langsung tahu kalau konten telah tersimpan.

Sedangkan untuk QRemote, dari namanya sudah bisa diketahui kalau G2 juga bisa berfungsi sebagai remote. Selain untuk TV, juga bisa digunakan untuk perangkat elektronik lainnya seperti AC, projector, dan DVD, yang juga kompatibel dengan berbagai brand di luar LG.

Kesimpulan

Dengan sejumlah amunisi, mulai dari desain, performa, hingga fitur-fitur yang dimiliki, maka G2 bisa menjadi pilihan bagi Anda yang ingin memiliki smartphone andalan tapi dengan harga lebih murah dibandingkan kompetitor di kelasnya yang dijual dengan harga di atas 7 juta. LG menjual G2 seharga Rp6,7 juta.

Meski tak lepas dari kekurangan seperti casing plastik dan tanpa slot microSD, tapi G2 dengan keunggulannya termasuk layar besar, performa kuat, baterai tahan lama, dan kaya fitur, patut diperhitungkan untuk menjadi pilihan konsumen dan bersaing dengan para kompetitornya.

Spesifikasi

Layar: Full HD IPS 5,2 inci (1080 x 1920 pixels)

Sistem Operasi: Android 4.2.2 (Jelly Bean)

Prosesor: Qualcomm Snapdragon 800 Quad-core 2.26 GHz

Kamera: Kamera belakang 13 MP dan kamera depan 2.1 MP

RAM: 2GB

Memori internal: 32GB

Jaringan: GSM, HSDPA, dan LTE

Konektivitas Data: Bluetooth 4.0, USB 2.0, WiFi, GPS, dan NFC

Baterai: 3.000 mAh

Berat: 143 gram

Harga: 6,7 juta

(adl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini