Teknologi Anti Impor Sapi Indonesia Resmi Digunakan

Ramadhan Aditya, Jurnalis · Jum'at 15 November 2013 17:51 WIB
https: img.okezone.com content 2013 11 15 56 897657 6ai2wKLn7f.jpg Menristek Gusti Muhammad Hatta (foto: Okezone)

BOGOR - Menteri Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta, meresmikan laboratorium untuk kebutuhan pengembangbiakan sapi dengan teknologi IB Sexing dan Embrio Transfer di industri peternakan sapi PT Karya Anugerah Rumpin (KAR) di Kecamatan Rumpin, Bogor, pada Jumat (15/11/2013).

Selain meresmikan laboratorium baru, Menristek juga melakukan tinjauan peternakan untuk kesiapan menggunakan teknologi hasil karya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk meningkatkan produksi daging sapi.

Seperti diberitakan sebelumnya, LIPI menjalin kerja sama dengan PT KAR untuk mewujudkan program swasembada daging di Indonesia. Melalui teknologi IB Sexing dan Embrio Transfer, diharapkan bisa meningkatkan produksi daging dan susu di Indonesia.

Pimpinan PT KAR, Karnadi Winaga, mengatakan produksi daging sapi di Indonesia hanya sedikit dikarenakan angka kematian sapi saat diternak cukup tinggi.

"Yang masih menjadi kendala saat ini angka kematian ternak di Indonesia masih berada pada 25 persen. Ini yang harus ditekan. Dengan teknologi yang diberikan oleh LIPI ini diharapkan bisa menekan angka tersebut," kata Karnadi di sela-sela acara peresmian laboratorium.

Untuk diketahui, teknologi IB Sexing dan Embrio Transfer ini merupakan hasil karya anak negeri. Kemenristek sengaja membawa teknologi ini ke industri-industri peternakan sapi guna mencapai tujuan swasembada pangan.

PT KAR adalah perusahaan pertama yang digandeng Kemenristek, namun ke depannya akan ada beberapa industri peternakan sapi yang juga memiliki laboratorium dengan teknologi seperti ini.

"Paling dekat, April 2014, kita akan tambahkan teknologi seperti ini di peternakan sapi di Bandung. Kita akan lakukan besar-besaran," kata Hatta seusai meresmikan laboratorium lapangan pembibitan sapi unggul.

Tak hanya di Bandung, fokus LIPI dan Kemenristek juga ditetapkan pada beberapa wilayah di Indonesia seperti Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Barat.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini