Asia Sumber Spam Terbesar

Andina Librianty, Jurnalis · Rabu 27 November 2013 17:21 WIB
https: img.okezone.com content 2013 11 27 55 903682 5piZFpE1LY.jpg Ilustrasi (Foto: Reuters)

JAKARTA - Para spammer diketahui memanfaatkan tema-tema liburan, provider layanan telekomunikasi terkemuka, dan konflik Suriah untuk menyebar spam pada Oktober. Secara keseluruhan, Asia menjadi wilayah dengan penyebaran spam regional terbesar yakni 56,4 persen.

 

Meksi mendominasi, tapi kegiatan spam di Asia sudah menurun -2,4 poin. Sementara itu, Amerika Utara berada di tempat kedua dengan penyebaran spam sebesar 19 persen, diikuti Eropa Timur yang naik 3,8 poin, dengan rata-rata 16 persen.

 

Menurut laporan terbaru Kaspersky, para spammer terpantau melakukan penawaran layanan 'ajaib' seperti mantra-mantra cinta. Sementara itu, terdapat kenaikan 6,6 persen dalam email berbahaya dan mengganggu, sehingga membuat jumlah spam dalam trafik email global pada Oktober berada di posisi 72,5 persen.

 

Trojan Fraud atau Trojan penipuan tetap menjadi program paling berbahaya yang menyebar melalui email. Trojan jenis ini mengimitasi laman HTML phishing dan menyebar melalui email. Email yang dikirim terlihat seperti berasal dari bank terkemuka, toko-toko online dan berbagai layanan online lainnya. Begitu pengguna membuka laman phishing di atas, mereka akan diminta untuk memasukkan kredensial mereka. Kredensial ini akan diteruskan ke tangan para penipu dan ini membahayakan informasi rahasia pengguna.

 

Untuk menyebar program berbahaya, para penipu terus mengeksploitasi nama perusahaan telekomunikasi terkemuka. Pada September lalu, para pelaku memanfaatkan nama BT Group asal Inggris untuk menyebar pengunduh Trojan, Dofoil. Sementara pada Oktober, para pelaku menggunakan nama operator telekomunikasi nasional Kanada, Telus Mobility.

 

"Dalam banyak kasus, email massal spam dengan lampiran berbahaya menyasar data rahasia pengguna. Para pelaku mencari cara baru untuk menipu pengguna dan terus mengembangkan daftar perusahaan ternama untuk dieksploitasi dalam aksi penipuan mereka," jelas analis spam senior Kaspersky Lab, Tatyana Shcherbakova, dalam keterangan resminya, Rabu (27/11/2013).

 

"Para pengguna harus berhati-hati bila menerima email yang berisi lampiran dengan file .exe atau ZIP archives. Isi dari email juga perlu diwaspadai. Bila pengguna diminta untuk membuka sebuah lampiran di dalam email, kami sarankan untuk berhati-hati, dan sebaiknya pindai lampiran tersebut dengan bantuan program antivirus," sambungnya.

(adl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini