Share

Indosat Klaim Miliki Teknologi Canggih Anti Sadap

Amril Amarullah, Jurnalis · Jum'at 29 November 2013 11:17 WIB
https: img.okezone.com content 2013 11 29 54 904649 4sK1tEcTFR.jpg ilustrasi

JAKARTA - Untuk mencegah adanya peristiwa penyadapan oleh pihak asing terhadap jaringan telekomunikasi, PT Indosat Tbk sudah memiliki berbagai sistem keamanan canggih yang menunjang. Sebagian besar perangkat sudah berstandar internasional dan ISO 27001 dan ISO 31000.

 

“Sebagai perusahaan penyedia jasa telekomunikasi, Indosat berkomitmen senantiasa menjaga keamanan dan kerahasiaan penggunaan layanan telekomunikasinya sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku,” tegas CEO Indosat, Alexander Rusli, dalam keterangan tertulisnya Jumat (29/11/2013).

 

Alex memaparkan, ISO 27001 terdiri dari sistem manajemen keamanan informasi atau Information Security Management. Sistem ini, sebagai pedoman ketika menyusun kebijakan sistem keamanan informasi atau information security policy.

 

Sedangkan ISO 31000 adalah bentuk sistem keamanan jaringan yang juga dievaluasi secara berkala oleh Indosat berdasarkan penilaian resiko (risk assessment) mengacu kepada manajemen resiko (risk management) yang dilakukan oleh internal maupun eksternal auditor.

 

Selain itu, semua sistem keamanan Indosat sudah sesuai dengan UU No. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi dan KM No. 4 Tahun 2001 tentang Fundamental Technical Plan (FTP) 2000 maupun aturan yang telah diamandemen yakni, PM No. 9 Tahun 2010.

 

Tidak hanya itu saja, seluruh perangkat Indosat telah memiliki sertifikat dari Kementerian Kominfo sesuai PM No. 29 Tahun 2008 tentang Sertifikasi Alat dan Perangkat Telekomunikasi. Jaringan keamanan tersebut juga sudah berstandar IT).

 

Bahkan, Indosat memiliki standar audit yang meliputi penerapan security control, business process, kepatuhan terhadap kebijakan serta pengujian teknis terhadap kerentanan jaringan, sehingga keamanan jaringan tetap terpelihara.

 

“Keamanan Indosat semakin baik, karena tidak menyerahkan pengelolaan sistem jaringan secara outsourcing atau kepada pihak lain,” ungkapnya.

 

Indosat juga berkomitmen membantu aparat penegak hukum, (APH) untuk keperluan Lawful Interception. Ini telah mengacu PM Kominfo No. 11 Tahun 2006 tentang Teknis Penyadapan Terhadap Informasi dalam bentuk  nota kesepahaman dan pedoman kerja.

Indosat juga berkomitmen memberikan perlindungan data pelanggan dan informasi pribadi menjadi bagian yang sangat penting dalam perlindungan bagi pelanggan kami sebagaimana diamanatkan pada Pasal 42 UU No. 36 Tahun 1999.

 

Dalam hal ini, Indosat secara tegas menyatakan bahwa tidak ada kerjasama penyadapan dengan pihak diluar APH terutama dengan pihak asing karena jelas hal tersebut melanggar Undang-undang yang berlaku serta merugikan kepentingan negara dan bangsa Indonesia sendiri.

 

Nonot Harsono, Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), berpandangan, pihak operator seluler di Indonesia tidak mungkin melakukan penyadapan. Sebagian besar sudah menjalankan komitmen untuk melindungi pelanggan.

 

”Tidak ada yang namanya menyadap, itu mencuri informasi, kalau mencuri itu tidak bilang-bilang dan operator tidak mungkin jualan informasi,” tegasnya.

 

Sementara itu, pakar hukum telekomunikasi UI, Edmon Makarim, menyatakan penyadapan pada faktanya tidak selalu menggunakan jaringan telekomunikasi operator, melainkan juga dapat dilakukan secara langsung di luar jaringan operator.

 

“Asumsi tersebut keliru. Selain itu, tidak ada hubungan yang langsung antara kepemilikan saham asing dengan penyadapan pada jaringan,” ujarnya.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini