Share

Indonesia 'Dikejar Deadline' 4G LTE

Andina Librianty, Jurnalis · Selasa 10 Desember 2013 17:25 WIB
https: img.okezone.com content 2013 12 10 54 910251 wnqi1GvK8R.jpg Ilustrasi (Foto: Reuters)

JAKARTA - Ketika para vendor teknologi tengah mengembangkan jaringan 5G, Indonesia masih belum juga menggelar 4G LTE. Karena itu, agar tak tertinggal terlalu lama, berbagai pihak pun mendorong pemerintah segera mengimplementasikan teknologi jaringan tersebut.

Jika Indonesia mengundur implementasi 4G LTE lebih lama lagi, ditakutkan akan kembali hadir teknologi-teknologi baru. "Misalkan saja kita baru implementasikan 4G LTE pada 2015, sedangkan vendor sedang menyiapkan teknologi baru seperti 5G," tutur Direktur Eksekutif Masyarakat Telekomunikasi Indonesia (Mastel) Eddy Thoyib di World Trade Center, Selasa (10/12/2013).

Follow Berita Okezone di Google News

Di sisi lain, untuk mengimplementasikan teknologi-teknologi baru bukan perkara mudah. Setidaknya dibutuhkan dua hal penting sebelum mengimplementasikannya yaitu dari teknologi itu sendiri dan sisi keuntungannya. β€œKita harus lihat dulu bagaimana performa teknologi itu dan keuntungannya dari sisi ekonomi,” sambung Eddy.

Seperti diketahui, sampai saat ini belum ada kepastian dari pemerintah soal waktu implementasi jaringan 4G LTE di Tanah Air. Beberapa waktu lalu, Menteri Telekomunikasi dan Informatika Indonesia (Menkominfo), Tifatul Sembiring, mengungkapkan bahwa regulasi 4G LTE mulai disiapkan pada akhir tahun ini.

Sementara sambil menunggu peluncuran 4G LTE, kebutuhan data seperti media sosial dan browsing semakin melonjak. Berdasarkan data Nokia Solution and Networks (NSN), trafik data di Indonesia terus melonjak setiap bulan dalam dua tahun terakhir, terutama dari smartphone.

Untuk tahun ini, trafik data dari tablet atau laptop, smartphone, dan feature phone telah melebihi 20 ribu terabyte setiap bulan dan diprediksi akan melebihi 80 ribu terabyte pada 2016. "Trafik data di Indonesia mengalami pertumbuhan dan terus berlanjut, terutama karena banyak populasi anak muda yang menggunakan media sosial dan browsing. Ini juga terjadi di negara lain seperti Jepang dan Korea Selatan," tutur Presiden Direktur NSN Indonesia, Dharmesh Malhotra.

(adl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini