Teknologi Peternakan di Indonesia Sudah Maju, Tapi...

Ramadhan Aditya, Jurnalis · Senin 16 Desember 2013 14:20 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2013 12 16 56 912934 c6ZOd64LLu.jpg Proses inseminasi buatan: (foto: Aditya/Okezone)

TAMBANG ULANG - Peneliti bidang peternakan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Syahruddin Said, mengatakan Indonesia sudah memiliki teknologi maju di bidang peternakan. Namun sayangnya teknologi tersebut belum bisa dimanfaatkan dengan maksimal akibat terkendala beberapa hal.

Syahruddin mengatakan, teknologi peternakan di Indonesia sudah sedemikian maju hingga bisa digunakan untuk menghasilkan ternak dengan berbagai varietas unggul.

"Teknologi kita sudah mapan, mau buat sapi macam apa saja bisa. Tapi masih banyak masalah yang perlu diatasi di luar teknologi," ujar Syahruddin di Balai Pengkajian dan Pengembangan Pertanian Terpadu (BP3T) Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Senin (16/12/2013).

Menurut Syahruddin, berbagai kendala yang paling mendominasi dalam perwujudan program swasembada daging berada pada masalah non-teknis. "Yang paling dominan adalah kendala non-teknis. Seperti kebijakan-kebijakan yang tidak pas, yang terkait dengan konstituen, bantuan-bantuan yang tidak tepat sasaran, dan lain-lain. Inilah yang banyak membuat para pebisnis ternak jera," jelas Syahruddin.

Ia juga mengatakan, di lapangan banyak para peternak yang mendapat dana bantuan yang tidak pas akibat tak adanya pengawalan aliran dana tersebut. Ia juga mempertanyakan keabsahan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2013 bahwa jumlah sapi di Indonesia sebanyak 14 juta ekor.

"Kalau jumlah sapi 14 juta, itu kita sudah swasembada (daging). Sekarang bagaimana bisa harga daging sapi di Amerika Serikat sekilo bisa Rp40-50 ribu sedangkan di Indonesia bisa mencapai Rp100 ribu?," tutup Syahruddin mengkritisi.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini