Trafik Email 'Sampah' Turun 2,5%

Andina Librianty, Jurnalis · Jum'at 24 Januari 2014 09:51 WIB
https: img.okezone.com content 2014 01 24 55 930977 1yZjb1zzNn.jpg Ilustrasi (Foto: Reuters)

MOSKOW - Raksasa keamanan Teknologi Informasi (TI), Kaspersky, merilis laporan spam sepanjang 2013. Dalam laporan itu diungkapkan bahwa jumlah spam dalam trafik email mengalami penurunan 2,5 persen dibandingkan 2012, menjadi 69,6 persen.

China masih menjadi nomor satu penyumbang trafik spam tertinggi dengan kontribusi 23 persen, diikuti Amerika Serikat (AS) dengan 17,63 persen, Korea 12,67 persen, dan Taiwan 5,58 persen. Untuk pertama kalinya, Kanada berada di posisi 20 besar sumber spam dengan kontribusi 1,31 persen. Saat ini Kanada sedang mempersiapkan peraturan anti-spam, yang akan mulai berlaku pada 1 Juli 2014.

Para ahli keamanan Kaspersky menemukan bahwa 3,2 persen dari total trafilk email berisi lampiran berbahaya, turun 0,2 persen dari 2012. Sebagian besar malware didistribusikan melalui email yang telah didesain untuk mencuri informasi sensitif dari komputer terinfeksi.

Sedangkan mengenai phishing, situs jejaring sosial menjadi target dominan dengan 32 persen, diikuti mesin pencari 16 persen, organisasi keuangan 15 persen, serta email dan layanan instant messaging (IM) 12 persen.

"Sebelumnya, penjahat cyber bergantung dengan mengeksploitasi kepercayaan pengguna yang kurang waspada, tapi kini mereka menghadapi generasi baru yang lebih sadar teknologi. Hal ini mendorong mereka mengadopsi taktik baru, seperti mengirimkan lampiran berbahaya dengan kedok sebagai update antivirus," jelas Kaspersky dalam laporannya, seperti dilansir Softpeida, Jumat (24/1/2014).

(adl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini