Buruknya Jaringan Axis Bukan Tanggungan XL

Gesit Prayogi, Jurnalis · Selasa 04 Februari 2014 13:45 WIB
https: img.okezone.com content 2014 02 04 54 935871 H6oLbvLUqT.jpg Ilustrasi. (Ist.)

JAKARTA - Manajer Humas XL Henry Wijayanto, menegaskan penanganan jaringan di kedua operator masih terpisah. Ia menguraikan, ketika terdapat masalah pada jaringan Axis, belum menjadi tanggung jawab XL.

“Masalah jaringan masih terpisah, jadi masih masing-masing. Karena proses merger dan akuisisi belum sepenuhnya rampung,” tegas Henry kepada Okezone.com, Selasa (4/2/2014).

Lebih lanjut, kedua perusahaan, kata Henry, baru membuat kesepakatan soal roaming nasional. Di mana, pelanggan Axis yang melakukan panggilan telefon  maupun SMS ke nomor XL, dikenakan tarif yang saat saat menelefon atau SMS ke pelanggan Axis.

Sejauh ini, merger dan akuisisi XL-Axis baru mengantongi restu dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Kominfo. Saat ini, proses masih menunggu izin dari pemengang saham dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KKPU), juga Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Adapun prosesor akuisisi dan merger akan melewati beberapa tahap, antara lain memperoleh persetujuan dari pemegang saham dari kedua belah pihak, mendapatkan persetujuan KPPU serta OJK.

Sementara itu,  pendanaan akuisisi berasal dari pinjaman XL sebagai perusahaan induk sebesar 58 persen dan sisanya berupa pinjaman dari institusi keuangan. Kabarnya, pendanaan ini menggelontorkan kas XL sekira USD856 juta.

(gst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini