Share

100% Software Bajakan Indonesia Terinfeksi Malware

Ramadhan Aditya, Jurnalis · Selasa 18 Februari 2014 16:36 WIB
https: img.okezone.com content 2014 02 18 325 942819 Av67B6izgS.jpeg Ilustrasi. (foto: Reuters)

JAKARTA - Tingginya harga komputer selama ini menjadi penyebab satu perangkat dipakai bersama. Bahkan seringkali PC dibeli tanpa sistem operasi atau diinstal software bajakan, sehingga rentan terhadap risiko keamanan.

Menurut Lucky Gani, Business Group Head, Windows Division, Microsoft Indonesia, tingkat pembajakan piranti lunak masih sangat tinggi, demikian seperti dikutip keterangan tertulis yang diterima Okezone, Selasa (18/2/2014).

Hal tersebut menyebabkan tingginya PC yang terinfeksi malware. “Riset kami menunjukkan bahwa 100% software bajakan di Indonesia terinfeksi malware, sementara tingkat pembajakan di Indonesia masih sangat tinggi,” ungkapnya.

Malware yang merupakan singkatan dari malicious software atau pada istilah sehari - hari, malware sendiri lebih dikenal dengan sebutan virus, yang merupakan sebuah program atau software yang diciptakan sedemikian rupa yang memiliki tujuan untuk menyusup dan "mengganggu" atau bahkan merusak sistem operasi pada suatu perangkat berteknologi tinggi termasuk komputer, dan bahkan smartphone.

Untuk itu, Microsoft Indonesia menyarankan pengguna komputer untuk berlabuh pada sistem operasi Windows terbaru, yakni Windows 8.1. “Keluarga Indonesia harus memiliki PC pertama lengkap dengan Windows 8 asli, dengan rasa aman berkat perlindungan dan dukungan teknis 24 jam dalam seminggu serta keamanan dari sistem operasi paling modern saat ini,” kata Lucky.

Diantara tips yang diberikan, misalnya ada rekomendasi tentang PC pertama yang sesuai bagi anak yang masih sekolah, yaitu notebook berukuran layar 14” yang menjadi pilihan 60-74% pembeli PC. Ukuran layar ini dianggap paling ideal karena memberi kemampuan mobilitas namun tetap cukup besar saat digunakan melalui sentuhan, mouse maupun keyboard.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini