nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alexander Rusli, CEO Indosat yang Gemar Turun ke Dapur

Gesit Prayogi, Jurnalis · Jum'at 21 Februari 2014 10:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2014 02 21 54 944340 yRIXzS7Ny5.jpg CEO Indosat, Alexander Rusli (Foto: Pribadi)

NAMANYA sudah tak asing lagi di ranah teknologi telekomunikasi Tanah Air. Ramah, murah senyum dan sedikit humoris adalah gaya sehari-hari pria berkacamata ini. Yah, itulah  Alexander Rusli, Chief Executive Officer (CEO) Indosat, yang baru saja terpilih menggantikan CEO terdahulu Erik Meijer yang terbang sebagai Direktur Komersial PT. Garuda Indonesia Tbk.

Bukan hanya ternama di dunia telekomunikasi, Pak Alex – begitu sapaan akrabnya – juga harum di dunia pendidikan sebagai staf pengajar di Swiss German University dan Universitas Indonesia, Jakarta.

Saat Okezone mewawancarai secara khusus di ruang kerjanya di Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Alex tanpa sungkan berbicara dengan lantang apa yang menjadi prinsip hidupnya. 

Maklum lulusan University of Technology, Australia ini, dengan gelar PhD tidak sedikit setiap jawaban di lontarkan dengan berbahasa Inggris. “If you don’t speak up, I will never know and I will never solve problems,” demikian sepenggal kalimat yang diutarakan Chief Executive Officer (CEO) Indosat Alexander Rusli untuk menggambarkan bagaimana prinsip keterbukaan yang selalu menjadi pedoman dalam menahkodai perusahaan.

Lebih jauh, Alex menceritakan bagaimana masa mudanya yang terbiasa mandiri dan tekun dengan urusan pendidikan. Ini terbukti ketika memasuki akhir kuliah dalam menyelesaikan gelar S1 dan S2, pria berkacamata itu sudah mulai aktif bekerja paruh waktu bahkan mengajar. Tak sembarangan, ia pun pernah mengajar seribu mahasiswa sekaligus di satu sesi kelas.

“Seribu sih nggak masalah, kalo sebanyak itu mahasiswa saya anggap aja patung,” katanya bercerita diselingi tawa mengingat masa mengajar di Negeri Orang.

Lama di Australia tak membuatnya lupa akan tanah kelahirannya dan membulatkan niatnya untuk berkarir di Indonesia. Perlu waktu 1,5 tahun bagi Alex untuk memantapkan pilihan. Rumah, mobil, seluruh hasil keringat di Negeri Kanguru dijual.

“Pada saat saya pulang niatnya back for good. Mobil dan rumah di sana dijual tapi ternyata terjadi krisis 1998,” ungkap Alex dan kemudian menguraikan langkah awal karirnya di Indonesia. Peluang, kata dia, terbuka ketika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) di masa Syamsul Mu’arif tengah dibangun.

“Saat itu diperlukan advisor yang good in English dan ngerti dari sisi teknis. Kan, yang namanya kementerian pasti berhubungan dengan organisasi asing,” ujarnya.  Alex dipercaya menjadi penasihat di Kominfo sejak 2001 hingga 2007.

Di Indonesia, pria berdarah Padang-Palembang ini juga aktif mengajar. Ia tercatat menjadi dosen di Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Indonesia sejak 1997- 2007 dan Swiss German University, Jakarta mulai 2004-2005.

“Memang, pada akhir tugas Pak Sofyan Djalil sebagai Menteri, saya udah kelamaan, jadi ketebak,”

Ketika mulai berkarir di PT Northstar Pacific Capital pada 2007, suami dari Melissa ini ditunjuk sebagai Komisaris Independen Indosat pada 2010. Saat itu Alex pun mulai menyelami operator kuning lebih dalam.

“Setelah ada pergantian direksi, calon yang saya ajukan mundur pada saat last minute  dan akhirnya saya diminta gantiin orang yang mundur,” tuturnya menjelaskan awal ia dipilih sebagai CEO Indosat.

“Saya paling anti penyesalan dalam hidup. Begitu ambil keputusan, everything is a learning process,”

Alex mengaku, kendala pasti datang. Tapi, dengan prinsip dan tim yang ada saat ini, terlebih lagi segala tentang Indosat telah diketahuinya, semuanya pun berjalan dengan baik.

“Alhamdulillah saya sudah mengetahui betul tim di sini (Indosat – red). Dulu pas jadi komisaris, saya terlibat dalam memilih direksi yang ada. Jadi pas masuk, ini tim saya juga,” ucapnya bersyukur.

Ia berharap perusahaan dapat berjalan sesuai dengan prinsip keterbukaan yang Alex pegang teguh.

“Tak ada cara khusus, hanya saja saya sangat anti dengan manajemen yang nggak mau terima dan dengar, karena nanti sulit menyelasaikan masalah. Prinsipnya keterbukaan,” kata dia. “Kami ingin menjadi operator yang proporsional antara jangkauan dan harga, juga layanan ke konsumen,” harapnya melanjutkan.

Turun ke Dapur

Kesibukannya sebagai CEO Indosat pastinya memberikan tekanan tersendiri. Untung saja, kebiasaannya untuk mengerjakan sesuatu sendiri memberikan dampak yang cukup positif. Anak pertama dari tiga bersaudara ini pun memiliki hobi turun ke dapur alias masak.

“Suka makan segala macam dan nggak milih-milih. Saya juga suka masak,” lisannya. Tak terhitung sudah berapa banyak resep makanan yang ia coba dan berhasil dikuasai.

“Di sini juga pernah masakin pancake untuk berapa ratus orang,” katanya membuka tawa.

Menurutnya, ada kepuasan tersendiri ketika memasak. Alex pun tak segan pergi ke supermarket atau bahkan pasar untuk berburu bahan masakan yang nantinya akan ia olah sendiri.

“Semuanya harus saya yang iris dan motong sendiri, karena itu kan bagian dari menghilangkan strees,” ujarnya seraya tertawa dan menguraikan bahwa hobinya itu ia lakoni pada saat akhir pekan.

“Selain masak saya juga suka traveling bareng istri, setahun sekali,” tutup Alex.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini