54% SMS Phishing Incar Pengguna Kartu Debit

Andina Librianty, Jurnalis · Kamis 27 Februari 2014 09:13 WIB
https: img.okezone.com content 2014 02 27 54 947215 Y9ZuTevY6M.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

CALIFORNIA - Berdasarkan statistik dari GSMA Spam Reporting Service, lebih dari setengah spam SMS (SMS sampah) yang dikirim pada Januari di Amerika Serikat (AS) merupakan upaya phishing. Bahkan, peningkatan phishing mencapai 78 persen dari Desember 2013 sampai Januari 2014.

 

Menurut laporan yang dirilis oleh Cloudmark tersebut, sebagian besar pesan phishing menargetkan kartu debit prabayar dari tunjangan anak dan akun mobile. Tipe lain dari SMS sampah yang diamatai oleh Cloudmark termasuk penipuan pekerjaan, spam promosi produk, dan penipuan hadiah palsu. Demikian dilansir Softpedia, Kamis (27/2/2014).

 

Namun di antara trik-trik tersebut, jumlah upaya untuk mendapatkan data kartu debit prabayar lebih tinggi yaitu 54 persen dari total laporan phishing Januari tersebut.

 

Pakar keamanan yakin penjahat cyber lebih memilih kartu debit prabayar karena resikonya relatif rendah. "Banyak dari kartu ini memiliki perlindungan atau pencegahan penipuan yang sangat sedikit," jelas Tom Landesman dari Cloudmark.

 

Selain itu, 30 persen upaya phishing menargetkan akun mobile. Penjahat cyber menggunakan pesan dan situs mobile yang telah disesuaikan dengan operator mobile korban.

 

Menariknya, serangan SMS phishing tidak menargetkan bank-bank besar. Pada Januari, hanya 3 persen serangan phishing yang berusaha menipu konsumen dari instansi keuangan besar untuk menyerahkan informasi mereka.

(adl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini