Share

Resmi Akuisisi Axis, Inilah Sumber Dana XL Senilai USD865 Juta

Andina Librianty, Jurnalis · Kamis 20 Maret 2014 10:51 WIB
https: img.okezone.com content 2014 03 20 54 957979 EOSbjn0Ihm.jpg CEO PT XL Axiata, Hasnul Suhaimi (foto: Okezone)

JAKARTA - Kesepakatan akuisisi PT. XL Axiata Tbk (XL) dan PT. Axis Telekom Indonesia (Axis) akhirnya mencapai tahap akhir.  XL resmi menyelesaikan kesepakatan akuisisi Axis dengan nilai transaksi USD865 juta.

Kesepakatan ini ditandai dengan penandatangan dokumen penyelesaian transaksi antara XL dan Saudi Telecom Company (STC), selaku pemegang saham Axis, pada Rabu 19 Maret di Menara Prima, Jakarta. Masing-masing pihak dalam penandatangan ini diwakili oleh Chief Operating Officer XL William Lucas Timmermans, Direktur Utama Axis Erik Aas, dan Group Chief Financial Officer STC K. Ravi Kumar.

Penyelesaian proses akuisisi ini dicapai setelah XL memperoleh seluruh persetujuan yang dipersyaratkan sebelumnya dalam Perjanjian Jual Beli Bersyarat (Conditional Sales Purchase Agreement - CSPA), yang meliputi persetujuan dari pihak-pihak terkait yaitu Kementerian Informasi dan Komunikasi (Kemenkominfo), pemegang saham XL mrlalui RUPSLB, pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pernyataan tidak ada keberatan dari Bursa Efek Indonesia, persetujuan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) untuk rencana akuisisi, dan persetujuan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terhadap rencana akuisisi san merger XL - Axis.

Dengan selesainya transaksi akuisisi ini, XL secara resmi telah menjadi pemegang saham di Axis.

"Kami berterimakasih dan memberikan apresiasi tinggi atas dukungan dari berbagai pihak, terutama regulator, pemegang saham, serta konsumen XL dan Axis, sehingga proses akuisisi ini akhirnya dapat tercapai," ungkap Presiden Direktur XL, Hasnul Suhaimi, di Jakarta, Kamis (20/3/2014).

Hasnul menilai konsolidasi industri telekomunikasi yang terjadi saat ini, sudah menjadi sebuah kebutuhan untuk memastikan industri telekomunikasi berjalan sehat dan berkesinambungan.

Pasca rampungnya akuisisi ini, XL akan melanjutkan dan menyelesaikan serangkaian proses menuju finalisasi merger sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.

Sumber Dana

Untuk membiayai akuisisi senilai USD865 juta ini, XL mendapatkan pinjaman dari Axiata sebagai pemegang saham XL sebesar USD500 juta. Sisanya berasal dari pinjaman pihak ketiga yaitu Bank UOB, Bank of Tokyo-Mitsubishi, dan Bank DBS.

Melalui akuisisi dan merger ini, XL diharapkan bisa memberikan layanan yang lebih baik dan menjangkau lebih banyak pelanggan di seluruh Indonesia. Konsolidasi ini sekaligus dinilai turut mendukung tujuan pemerintah untuk merealisasikan program broadband nasional. Dari aspek ekonomi, merger XL-Axis diklaim akan mendorong pendapatan negara melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor telekomunikasi terus meningkat.

"Upaya XL dalam melakukan akuisisi dan merger dengan Axis ini akan mendukung untuk menciptakan industri telekomunikasi yang lebih sehat dan akan menciptakan multiplereffect yang luar biasa bagi perekonomian nasional," jelas Hasnul.

Kesepakatan kedua perusahaan disebut juga akan mendorong peningkatan jumlah pelanggan XL dan memperbesar komunitas sesama pengguna, meningkatkan kualitas layanan dan jaringan yang lebih baik, serta ketersediaan produk dan layanan customer service yang semakin luas.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini