Batan Dorong Program Pembangunan PLTN

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Kamis 20 Maret 2014 12:15 WIB
https: img.okezone.com content 2014 03 20 56 958032 oZIf5u5FoG.jpg Batan di kampus Universitas Pancasila (foto: Luthfi/Okezone)

JAKARTA - Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dan Fakultas Teknik Universitas Pancasila (FTUP) bekerjasama menyelenggarakan seminar mengenai teknologi nuklir yang digelar hari ini atau 20 Maret 2014.

Seminar yang digelar di aula FTUP ini menjelaskan tentang penanganan terhadap kecelakaan nuklir yang terjadi di Fukushima. Acara International Seminar on Safety Culture for Energy Development and Environment ini mengambil tema “Understanding the Fukushima Nuclear Accident and its Recovery Efforts".

Seminar ini mengundang para ahli seperti Takehiko Mukaiyama dari JAIF-International Cooperation Center (JICC) Jepang, Tadashi Inoue dari Central Research Institute of Electric Power Industry, Kazuko Uno dari Louis Pasteur for Medical Research Center, Akimasa Ono (Energy Consultan), Yoshimitsu Fukushima (International Seismic Safety Center serta Hadi Purnomo, Sekretaris Dewan Energi Nasional (DEN).

Sebagai lembaga riset dibidang nuklir, Batan sangat mendukung program pemanfaatan nuklir untuk listrik. Batan telah melaksanakan studi kelayakan PLTN di Semenanjung Muria, Kabupaten Jepara dan Pulau Bangka.

Kegiatan studi ini sangat bermanfaat bagi pemerintah dalam mempertimbangkan penempatan lokasi pembangunan PLTN. Studi juga menjawab apakah wilayah Indonesia layak dibangun PLTN, mengingat Indonesia terletak di ring of fire yang rentan dengan gempa, gunung api dan tsunami.

"Jepang berbagi dengan dunia mengenai kecelakaan nuklir untuk meningkatkan keamanan nuklir dan teknologi (nuklir) untuk masa depan," kata Takehiko mukaiyama dalam materi penyampaiannya.

Ia mengungkap pentingnya komunikasi mengenai risiko nuklir, edukasi kepada masyarakat serta peran media massa yang mendorong perkembangan teknologi nuklir.

"Acara ini meningkatkan wawasan dan pengetahuan untuk kita semua. Ini untuk peningkatan kualitas akademik dan pencapaian akreditasi terbaik yang akan dicapai fakultas," kata Darwin Suzandi, Wakil Rektor UP.

Batan mendorong pengembangan PLTN di Indonesia sejak 1985. Teknologi nuklir untuk pembangkit listrik ini diperlukan mengingat ketersediaan sumber energi yang terbatas.

Kejadian di Fukushima ini menjadi bahan pelajaran penting dalam merancang PLTN yang sesuai dengan karakter spesifik yang dimiliki Indonesia. Robert Gale, Profesor Imperial College London mengatakan Fakta bahwa kejadian kecelakaan di Fukushima tidak menimbulkan korban meninggal akibat paparan radiasi atau kebocoran PLTN tersebut.

Kecelakaan PLTN Fukushima memberikan pelajaran dalam membuat kajian mendalam dan komprehensif mengenai kegempaan dan tsunami untuk instalasi nuklir serta pendekatan konsevatif. PLTN akan menjadi sumber energi alternatif, sehingga negara tidak hanya bergantung pada energi fosil seperti gas, minyak dan batubara.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini