Teknologi Nuklir Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Kamis 20 Maret 2014 13:20 WIB
https: img.okezone.com content 2014 03 20 56 958071 mzrqnTcEAz.jpg Kantor Batan Pusat (foto: Okezone)

JAKARTA – Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) menggelar seminar mengenai edukasi nuklir dan penanganan terhadap bencana Fukushima Jepang. Seminar ini bertujuan meningkatkan wawasan pentingnya teknologi nuklir untuk sumber energi masa depan di Tanah Air.

Tumiran, anggota Dewan Energi Nasional (DEN) mengungkapkan bahwa energi listrik tidak hanya untuk penerangan lampu bagi masyarakat, tetapi bagaimana caranya memaksimalkan energi itu untuk mendorong perekonomian masyarakat dan bangsa.

Ia mengungkapkan bahwa pertumbuhan nuklir meningkat di beberapa negara, bahkan setelah kejadian PLTN Fukushima Jepang pada 2011. "Indonesia terlalu banyak diskusi, ketakutan enggak jelas, itu yang terjadi," tuturnya.

Ia juga menyampaikan data mengenai negara yang mengonsumsi minyak dan gas tertinggi. Yang pertama ialah Amerika Serikat (konsumsi 18.555 juta barrel per hari) dan China (konsumsi 10.277 juta barrel per hari), sedangkan Indonesia ke 15 dunia dengan 1.384 juta barrel per hari.

"Energi bukan sekedar penerangan, tetapi juga menggerakan ekonomi, memberi nilai tambah," ungkap Tumiran di Aula Fakultas Teknik Universitas Pancasila (FTUP) Jakarta, Kamis (20/3/2014).

Sosialisasi menyeluruh dalam lingkup nasional telah dilaksanakan secara intensif dengan melibatkan berbagai stakeholder dari berbagai lembaga, baik lembaga pemerintah hingga tokoh masyarakat dan media.

Untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju serta berdaya saing tinggi dalam kancah global dan regional, sesuai visi percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia (MP3EI). Maka, diperlukan pertumbuhan ekonomi signifikan.

Ekonomi signifikan dengan target GDP per kapita tahun 2025 adalah USD15.500 dan tahun 2045 adalah USD49 ribu (saat ini USD 5.678). Untuk menunjang pertumbuhan ini diperlukan energi yang cukup besar.

Dewan Energi Nasional (DEN) merumuskan kebutuhan energi berdasarkan proyeksi penduduk, pertumbuhan ekonomi dan target GDP, sebesar 115GW (Giga Watt) pada 2025 dan 430GW pada 2050 (saat ini sekira 32GW).

Batan telah memberi rekomendasi kepada pemerintah, di mana berdasarkan kajian atau studi tapak di lokasi Semenanjung Muria, Kabupaten Jepara dan Pulau Bangka menunjukkan bahwa pembangunan PLTN berpotensi aman di wilayah tersebut.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini