Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jajal Nokia X, Kamera 3MP-nya Jernih

Ramadhan Aditya, Jurnalis · Rabu 07 Mei 2014 10:43 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2014 05 06 207 980969 QlNu8Vrxj7.jpg Nokia X. (foto: Ramadhan Aditya/Okezone)

PERUSAHAAN ponsel Nokia, baru saja resmi dibeli dan jadi milik perusahaan software Microsoft. Namun demikian, nama besar Nokia di dunia telefon seluler, sejak era 90-an, tidak pernah pudar. Itu lantaran Nokia sudah berjaya sejak di masa-masa ponsel baru dimiliki oleh segelintir orang, saat ponsel masih menjadi barang mewah yang mahal harganya. Seiring berjalannya waktu, Nokia mulai mentransformasi perkembangan perangkat-perangkatnya mengikuti perkembangan zaman.

Di eranya ponsel pintar, Nokia bukan perusahaan yang ikut-ikutan mengadopsi sistem operasi Android yang digunakan oleh berbagai vendor ponsel saat eranya Android merajalela. Nokia memilih untuk menggunakan sistem operasi Windows Phone besutan Microsoft yang tak terlalu populer dan juga belum banyak pangsa pasarnya di dunia. Ponsel Nokia dengan sistem operasi Windows Phone pun melekat pada ponsel Nokia dalam seri Lumia. Hingga akhirnya Microsoft pun meminang Nokia untuk menjadi satu kesatuan dalam perusahaannya.

Namun di saat Microsoft mengajukan pembelian dan belum dilunasi, Nokia melakukan inovasi di luar kebiasaannya; yakni merilis ponsel bersistem operasi Android bernama Nokia X. Tim Okezone mendapat kesempatan menjajal secara lebih lengkap seperti apa ponsel Nokia X dengan OS Android. Berikut ulasannya.

Desain

Ponsel Nokia X memiliki desain yang sangat mirip dengan desain ponsel Nokia seri Lumia. Kesamaan tersebut terciri pada bentuknya yang memiliki sudut kotak, warna yang cerah di bagian belakang bodi, serta bezel warna hitam di sekeliling layar. Tombol yang tersedia di sisi kanan ponsel pun memiliki tema yang sama. Yakni sebelah kanan atas sebagai pengatur volume, dan di bawahnya sebagai tombol pengunci layar. Hanya saja Nokia X tak memiliki tombol pintas untuk akses kamera seperti ponsel seri Lumia lainnya.

Adapun tombol kapasitif Nokia X hanya satu, yaitu terletak di bagian tengah sebagai tombol back. Tak ada tombol Home kapasitif seperti di Nokia seri Lumia atau tombol Home fisik seperti di Android. Untuk keluar dari aplikasi dan langsung berada di laman muka, pengguna perlu menekan dan menahan tombol Back tersebut hingga lama. Sedangkan di bagian bawah, tepat ditengahnya, terdapat sebuah port kabel USB untuk charger atau konektivitas ke komputer. Di bagian atas ponsel sebelah kiri terdapat lubang jack audio untuk earphone.

Mengenai desain secara keseluruhan, ponsel dengan layar selebar 4 inci ini cukup memukau dengan gaya minimalis dan simpel. Nokia X hadir dengan berbagai variatif warna yang terang membuatnya tampil menyita perhatian saat berada di genggaman. Lebih dari itu, bagian belakang yang dipoles dengan cat doff membuat ponsel ini terasa kokoh dan solid saat berada di genggaman. Namun perlu hati-hati saat menggunakan, karena warna doff tersebut mudah ternoda apabila terkena kotoran atau sedikit saja debu.

Desain Nokia X pun terlihat sama seperti ponsel dengan konsep unibodi yang harganya jauh di atas harga Nokia X. Padahal, bodi Nokia X tak berkonsep unibodi, alias cangkang belakangnya bisa dilepas. Cangkang belakang yang bisa dilepas ini memungkinkan pengguna Nokia X mengganti warna ponselnya dengan meminjam cangkang belakang Nokia X milik teman yang berbeda warna.

Spesifikasi & Performa

Nokia X bukanlah ponsel flagship yang dirilis Nokia di masa-masa sebelum dibeli oleh Microsoft. Perangkat ini hanya memiliki prosesor dual-core dari Snapdragon S4 Play dengan kecepatan clock 1GHz dengan dukungan RAM sebesar 512MB. Sedangkan memori internalnya sebesar 4GB yang bisa diekspansi menggunakan kartu memori microSD hingga 32GB. Layarnya selebar 4 inci dengan resolusi WVGA, atau 800 x 480 piksel, dengan panel LCD.

Di bagian belakang terdapat kamera beresolusi 3MP tanpa lampu kilat. Kamera depan pun tidak ada. Baterai ponsel ini berkapasitas hanya 1.500mAh yang cepat terkuras ketika perangkat kerap digunakan. Ponsel ini juga menyediakan dual sim sekaligus untuk memberikan opsi penggunaan operator seluler. Dengan spesifikasi tersebut ponsel ini dibanderol Rp1,6 juta di pasar Indonesia.

Mengenai sistem operasi, Nokia X menggunakan basis OS Android 4.1 Jelly Bean yang dimodifikasi. Nokia merombak Android 4.1 sehingga memiliki tampilan mirip dengan antar muka Windows Phone di Nokia seri Lumia. Tampilan tersebut pun bisa diatur sehingga menampakkan aplikasi yang diinginkan. Ikon logo seperti pesan, audio, email, dan yang lainnya pun identik dengan yang ada di Windows Phone.

Namun meski menggunakan OS Android, Nokia X tak memiliki aplikasi layanan dari Google seperti Google Search, Google Maps, dan bahkan toko aplikasi Google Play Store. Namun Nokia X memiliki opsi aplikasi pemetaan yang tak kalah canggih bernama Nokia Here Maps. Aplikasi pemetaan ini bisa digunakan secara offline dengan GPS tanpa membutuhkan koneksi internet. Yang perlu dilakukan oleh pengguna hanya mengunduh database pemetaan satu kali saja.

Selain Here Maps, Nokia juga membawa aplikasi dari ekosistem milik Microsoft di ponsel Androidnya, yaitu layanan video chat Skype. Sedangkan untuk mengganti Google Play Store, Nokia menghadirkan Nokia App Store sebagai penggantinya.

Di toko aplikasi ini berbagai aplikasi Android bisa diunduh, namun tidak seluruhnya. Hanya beberapa aplikasi saja. Sedangkan aplikasi populer seperti Instagram, Cymera, dan bahkan WhatsApp pun tak tersedia di Nokia App Store. Di sinilah sisi kelemahan Nokia yang disayangkan. Pasalnya, ponsel Android ini tak benar-benar Android yang bisa menginstal banyak aplikasi populer di Google Play Store. Berbagai aplikasi yang bisa diunduh hanya game atau aplikasi ringan, sedangkan untuk aplikasi 'berat' tak bisa diunduh di Nokia X.

Kamera

Fitur lain yang cukup mumpuni adalah kemampuan kamera serta fitur olah foto yang sudah tersedia di aplikasi kamera bawaan Nokia X. Meski hanya beresolusi 3MP, kualitas hasil jepretan Nokia X cukup jernih dengan fokus dan warna tajam yang tak mengecewakan. Tapi perlu digarisbawahi, kemampuan kamera Nokia X hanya maksimal pada kondisi cahaya berlimpah. Kamera akan mengambil gambar dengan warna yang nyata.

 

(hasil foto asli Nokia X berwarna terang & hasil olah foto Black & White)

Kendati noise tak bisa dihindari, apalagi kalau memotret di kondisi rendah cahaya, sangat tak direkomendasikan. Juga, kamera Nokia X memiliki kelemahan pada objek jauh. Jika foto diperbesar, gambar akan pecah. Namun fitur olah foto yang tersedia dinilai cukup bisa menyaingi aplikasi olah foto populer yang sudah ada.

(hasil olah foto Nokia X)

Nokia X menghadirkan dasar-dasar olah foto seperti saturasi, kontras, ketajaman, crop, brightness, dan suhu cahaya (warmth and cold). Fitur efek pun juga ada seperti vignette, cross procces, dan movie look. Nilai plus untuk fitur kamera.

Kesimpulan

Dengan menghadirkan spesifikasi seperti yang disebutkan, dan dibanderol Rp1,6 juta, ponsel Nokia X cukup memadai bagi pengguna yang tak muluk-muluk dalam kebutuhan fitur dan performa ponsel. Bermain game arcade yang tak berat, serta memotret dengan kamera yang menghasilkan gambar cukup jernih sepertinya kualitas yang sepadan dengan harga yang ditawarkan. Jelas, ponsel ini memang ditujukan untuk pasar entry-level.

Kelebihan (+)

+ Kamera jernih

+ Desain simpel dan kokoh

+ Dual sim

Kekurangan (-)

- Aplikasi terbatas

- Performa tak berjalan baik

- Baterai cepat terkuras

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini