Perjalanan Panjang Terciptanya Teknologi Layar Sentuh

Advent Jose, Jurnalis · Selasa 27 Mei 2014 12:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2014 05 27 363 990571 B1Ppq1E4MT.jpg ilustrasi

TEKNOLOGI layar sentuh diibaratkan seorang pembeli makanan di warung tegal alias warteg. Kala itu, pembeli menunjuk sana-sini untuk menentukan menu (lauk pauk) mana yang enak untuk disantap.

Namun, bukan seperti itu filosofinya. Memang, secara tidak sengaja ada keimiripan cara teknologi yang digunakan pada smartphone zaman sekarang dengan apa yang dilakukan di warteg itu.

Itulah yang sekarang ini kerap diganderungi para penggila gadget, baik berbasis Android maupun Windows Phone, dengan menggunakan teknologi layar sentuh (touchscreen).

Teknologi yang telah mengubah gaya dan tampilan perangkat komunikasi di dunia ini, ternyata telah banyak melalui pengembangan dan rantai inovasi yang begitu panjang.

Lantas bagaimana cikal bakal, mengapa ide itu muncul sehingga semua mata begitu takjub dengan teknologi layar sentuh. Pada awalnya, banyak orang yang mengira kalau layar sentuh adalah penemuan Steve Jobs. Pentolan Apple ini banyak dikaitkan dengan alat-alat canggih sepertih

smartphone, komputer, dan mesin mesin teknologi high-end.

Akan tetapi sebenarnya bukanlah Steve sesunguhnya, yang menemukan cikal bakal teknologi ini pertama kali, melainkan hanya sebagai seorang inovator. Adalah E.A Jhonson, yang diyakini sebagai penemu touchscreen pertama kali pada 1965.

Kala itu sentuhan pada layar hanya baru bisa membaca satu sentuhan pada satu waktu. Kemudian, Penemuan yang mulai mendapatkan paten pada 1969 ini, digunakan sebagai alat kontrol lalu lintas udara sampai tahun 1993.

Kemudian pada 1970, inovasi pertama terhadap layar sentuh mulai dikembangkan. Dua insinyur asal CERN, Swiss, mulai meramu inovasi bernama layar sentuh kapasitif.

 

Model layar sentuh jenis ini, dapat bekerja dengan cara merespon benda keras (seperti tongkat) yang menekannya. Perangkat ini kemudian diproduksi oleh CERN dan mulai dimanfaatkan pada 1973.

Pesat

Tidak hanya berhenti disana, Elograph nama inovasi selanjutnya dari layar sentuh resistif yang dikembangkan oleh Samuel G. Hurts. Nama tersebut diambil dari nama perusahannya sendiri yaitu Elographics, yang mulai memproduksi massal teknologi tersebut pada 1980-an.

Tidak seperti layar kapasitif dan resistif  yang hanya dapat membaca titik kontak tunggal. Teknologi multi-touch yang mulai dikembangkan pada 1982 oleh University of Toronto yang juga tengah mengembangkan tablet layar sentuh.

Bell Labs mengembangkan sebuah touchscreen yang bisa mengubah gambar lebih dari satu sentuhan pada 1984. Disaat yang bersamaan, Myron Krueger mengembangkan sistem optik yang dapat melacak gerakan tangan. Ini adalah sebuah langkah awal  yang mendorong inovasi layar sentuh menjadi semakin mudah dah lebih canggih.

Setahun kemudian, University of Toronto melalui seorang Bill Buxton, ilmuwan komputer, mengembangkan inovasi tablet multi-touch menggunakan teknologi kapasitif.

Semakin kesini, tepatnya pada 1990-an, ilmuwan komputer Andrew Sears melakukan studi akademis tentang interaksi manusia dan komputer. Studi tersebut menjelaskan bagaimana gerakan single-touch, seperti memutar tombol, menggesekkan untuk mengaktifkan. Kemudian multi-touch seperti menghubungkan objek, dan menekan untuk memilih.

Sampailah pada era teknologi yang lebih canggih saat ini, selama beberapa dekade terakhir, teknologi touchscreen terus melakukan inovasi yang signifikan. Layar menjadi lebih reseptif terhadap sentuhan dan gerakan, juga inovasi yang lebih difokuskan pada kualitas perangkat. (Mashable, Wikipedia).

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini