Batan Tantang Universitas Kembangkan Teknologi Nuklir Bidang Kesehatan

Amril Amarullah, Jurnalis · Kamis 14 Agustus 2014 11:27 WIB
https: img.okezone.com content 2014 08 14 56 1024347 gAw8d4TiZs.jpg Kepala Batan Djarot Sulistiyo Wisnubroto (kiri) dan Rektor Untan Thamrin Usman/Foto: Amril Amarullah-okezone.com

PONTIANAK - Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) bersama Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak menjajaki kerjasama pengembangan teknologi nuklir bidang kesehatan. Upaya ini dilakukan untuk memberikan tantangan bagi akademisi dalam pengembangan reaktor nuklir.

Penandatanganan (MoU) dilakukan langsung oleh Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Djarot Sulistiyo Wisnubroto dan  Rektor Untan Profesor Dr. H. Thamrin Usman. Kerjasama dilakukan di kampus Untan, Pontianak, Kamis (14/8/2014).

Kepala Batan Djarot Sulistiyo Wisnubroto mengatakan, saat ini banyak sekali masyarakat atau generasi bangsa alergi terhadap ilmu teknologi nuklir.

"Bagian dari diseminasi nuklir sebagian orang alergi nuklir karena takut. Padahal, Kita harus inovasi jangan hanya mengandalkan bahan baku," kata Djarot.

Oleh karena itu, Djarot mengaku akan menindaklanjuti kerjasama yang baru saja ditandatangani ini dengan Universitas Tanjungpura Pontianak. "Karena, banyak sekali MoU menumpuk tapi hanya sebagian yang ditindaklanjuti," tandasnya.

Sementara, Rektor Untan, Thamrin Usman menyatakan, kerjasama ini adalah tantangan serta peluang untuk semua guna mengembangkan ilmu teknologi nuklir.

Sebab, kalau dilihat kajian Fakultas Kedokteran, pihaknya menyikapi potensi aset sesuai SDM yang dimiliki yakni hutan Kalimantan.

"Jadi tepat sekali Batan kerjasama dengan fakultas ini, dan ini merupakan fundamental. Orientasi kita tidak ke material, tapi ke limbah," jelas Usman.

Harapannya, lanjut Thamrin,  dengan kerjasama ini semua pihak memiliki peran masing-masing. Terlebih, saat ini Untan  sudah memiliki rumah sakit pendidikan yang tentunya penekanannya tidak hanya melayani kesehatan tapi juga mengembangkan riset kesehatan itu. Salah satunya, seperti kesehatan di bidang Nuklir ini.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini