Laura Basuki Keluhkan Kualitas Jaringan Internet di Indonesia

Advent Jose, Jurnalis · Minggu 31 Agustus 2014 14:01 WIB
https: img.okezone.com content 2014 08 30 94 1032065 y68Tb1aeaD.jpg Ilustrasi Laura Basuki Keluhkan Kualitas Jaringan Internet di Indonesia (Foto : Feri/Okezone)

JAKARTA - Artis sekaligus model wanita Indonesia, Laura Basuki, menyikapi buruknya kualitas internet di Indonesia.  Menurutnya, kualitas internet di Indonesia termasuk dalam katergori kurang mumpuni. Karena itu, ia mendambakan kualitas internet di Indonesia bisa seperti negara-negara maju.

“Internet kita tuh parah banget, aku maunya kualitas internet kita ditingkatkan. Karena kalau dibandin gkan dengan luar negeri, itu jauh banget,” ucap Laura saat bertandang ke Redaksi Okezone, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (27/8/2014).

Wanita kelahiran Jakarta ini mencontohkan, seperti di Amerika, untuk download musik, hanya butuh waktu tiga detik, sedangkan disini masih satu menit. “Itu masih termasuk lama banget,” sesalnya.

Wanita yang kerap gonta-ganti smartphone ketika kuliah ini juga mengatakan, banyak sekali keuntungan dari jika internet di Tanah Air meningkat kualitasnya.

Disisi lain, Laura pun mengometari soal kebiasaan orang-orang berinteraksi di jejaring sosial yang tengah menjamur saat ini. Menurut wanita kelahiran 1988 ini, kebiasaan bersosial media yang tidak terkontrol, bisa merusak seseorang.

“Tiap ada waktu senggang sedikit, orang-orang sekarang ini, langsung buka sosmed untuk ngecek notifikasi masuk,” ungkapnya.

Hal itu, menurut Laura, bisa membuat seseorang makin narsis dan tidak bisa bersosialiasi secara langsung dengan orang lain. “Yang ada kita makin narsis dan terus menonjolkan diri sendiri,” jelasnya.

Dengan membiasakan perilaku seperti itu, tidak mustahil banyak waktu yang akan terbuang percuma. Kendati demikian, Laura tidak menampik bahwa sosial media juga memiliki manfaat yang besar, tetapi dia juga berusaha menahan diri agar tidak berlebihan menggunakannya.

“Aku punya semua sosmed, karena memang membantu untuk promosi dan lain-lain. Tetapi untuk keperluan harian, aku mencoba menguranginya,” ucap Laura.

Menurut alumnus fakultas ekonomi Binus ini, jika tidak sedang membutuhkan atau ada kepentingan, ia tidak perlu sering membukanya. Dia mengaku lebih suka bertemu langsung dari daripada lewat dunia maya.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini