Kecepatan Internet Semakin Kencang, Operator Jaringan Malah Rugi

Advent Jose, Jurnalis · Kamis 04 September 2014 11:10 WIB
https: img.okezone.com content 2014 09 04 54 1034112 jcWYucEKqA.jpg Kecepatan Internet Semakin Kencang, Operator Jaringan Malah Rugi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Nonot Harsono, mengatakan saat ini penyelenggaran layanan jaringan telekomunikasi sedang 'tidak sehat'. Salah satunya, mereka dihadapkan pada regulasi pemerintah dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang justru menghambat sektor industri telekomunikasi untuk tumbuh.

Selain itu, menurut Nonot, tantangan lainnya yang sedang membuat industri telekomunikasi "tidak sehat" adalah karena terjadi pergeseran peran dari network ke server dan gadget.

"Jika penyelenggaran layanan telekomunikasi meningkatkan akses broadband network-nya (4G LTE) yang untung duluan malah perangkat smartphone, layanan aplikasi, dan semacamnya, mereka yang semakin laku," kata Nonot di Jakarta, Rabu (3/9/2014).

Menurut Nonot, masyarakat semakin senang membeli perangkat pintar karena akses internet semakin cepat, tetapi operator jaringan belum kebagian rejekinya secara adil, sementara mereka sudah berinvestasi untuk membangun infrastruktur itu dengan biaya yang tinggi.

Untuk membenahi hal itu, pemerintah harus memastikan efisiensi infrastruktur. Caranya, dengan melakukan sinergi penyediaan jaringan Backbone nasional.

Selain itu dapat juga melakukan sinergi penyediaan jaringan akses. Tidak hanya itu, pemerintah juga harus membenahi kemitraan global.

"Sehingga pada akhirnya pemerintah punya mindset bahwa membangun infrastruktur ICT/TIK itu sama pentingnya dengan membenahi infrastruktur seperti jalan tol dan jembatan," tutup Nonot.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini