Batan Gelar Kegiatan Pengkayaan dan Pemahaman soal Nuklir

Amril Amarullah, Jurnalis · Sabtu 13 September 2014 10:56 WIB
https: img.okezone.com content 2014 09 13 56 1038538 3EGWGKUF4T.jpg kegiatan pelatihan pengkayaan dan pemahaman energi alternatif nuklir di Bogor Sabtu-Minggu (12-13/9/2014). (foto : Amril Amarullah/Okezone)

BOGOR - Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) menggelar pelatihan pengkayaan dan pemahaman akan energi alternatif nuklir di Indonesia, kepada sejumlah wartawan nasional. Kegiatan berlangsung di Bogor selama dua hari, Jumat hingga hari ini, Sabtu (12-13/9/2014).

Kegiatan yang digagas oleh forum jurnalis nuklir (Forjun) diawali dengan melakukan tinjauan langsung ke Reaktor Daya Serba Guna (RDSG) di Serpong, Tangerang, Banten. Wartawan diberikan kesempatan untuk meninjau langsung bagaimana reaktor isotop itu di produksi di sana.

Pada kesempatan itu hadir Kepala Batan, Djarot Sulistyo Wisnubroto. Dalam sambutannya, Djarot mengatakan bahwa kegiatan ini semata-mata bukan untuk mempengaruhi opini media dalam menyampaikan pesannya ke masyarakat, tetapi untuk memberikan wadah para jurnalis agar memahi betul akan nuklir semakin luas.

"Soal nanti ada media yang masih alergi atau tidak dengan nuklir kita kembalikan ke mereka (media dan jurnalis). Boleh menerima, boleh tidak, yang jelas kita mencoba memberikan wawasan agar memahami betul apa itu nuklir," ujar Djarot kepada wartawan di Bogor.

Menurut Djarot, kegiatan ini tidak ada ruginya bahkan sangat positif sekali, dengan harapan agar nuklir semakin dikenal luas, bukan sesuatu yang angker, tetapi bersahabat, bermanfaat untuk masyarakat luas sehingga tidak perlu alergi lagi terhadap nuklir.

"Ke depan, kami harapakan media bisa menyampaikan ke masyarakat bahwa nuklir bukanlah sesuatu yang harus ditakuti," jelasnya.

Senada dikatakan Deputi Pemberdayaan Nuklir Batan, Anhar Antariksawan bahwa melalui kegiatan ini diharapakan sikap media terhadap teknologi nuklir yang awalnya tidak suka, menjadi lebih pro.

"Dengan begitu, harapan kita adalah untuk menjadikan nuklir sebagai wacana publik yang produktif dan positif," tutur Anhar Antariksawan.

Lebih jauh, dikatakan Anhar, melalui kegiatan ini media mengetahui apa yang dikerjakan Batan selama ini, apa yang dihasilkan, bagaiamana para peneliti bereksplorasi, dan lainnya. Media dalam hal ini bisa menjadi corong untuk bisa mengubah opini publik terhadap nuklir.

Sementara, Usman Kansong, penggagas kegiatan pemahaman jurnalis terhadap nuklir yang juga Direktur Pemberitaan Media Indonesia mengatakan, tujuan kegiatan yang diikuti lebih dari 20 wartawan nasional ini berfungsi agar para jurnalis memiliki pengetahuan memadai tentang nuklir.

"Dengan harapan, media bisa lebih kritis dan lebih baik menulis setiap isu-isu yang berkaitan dengan nuklir, sehingga tidak salah nantinya publik memahami berita tersebut," ujar Usman

"Karena semua harus dimulai dari pengetahuan si wartawan itu dulu memahami nuklir, sehingga saat menulis tidak salah," lanjutnya.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini