Batan Tawarkan Bangun PLTN Mini Atasi Byar-pet

Amril Amarullah, Jurnalis · Senin 15 September 2014 11:53 WIB
https: img.okezone.com content 2014 09 15 56 1039168 o6Pq3CJ23H.jpg Batan Tawarkan Bangun PLTN Mini Atasi Byarpet (foto: reuters)

BOGOR – Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) bertekad mewujudkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) berskala internasional. Oleh karena itu, Batan mengajak pemerintahan yang baru untuk bersama-sama mewujudkannya.

Bila di masa pemerintahan sebelumnya sulit mewujudkan rencana tersebut, Batan berharap pemerintahan Jokowi-JK bisa menyetujui pembangunan PLTN mini di kawasan Serpong, Tangerang, Banten.

“Proposal sudah kami ajukan ke Pak Jokowi (Joko Widodo) untuk membangun PLTN mini yang kami beri nama Reaktor Serbaguna Siwabessy,” ujar Kepala Batan Djarot Sulistio Wisnubroto kepada wartawan di Bogor, Minggu (14/9/2014).

Diakuinya, untuk mewujudkan hal itu perlu biaya besar yakni sekira Rp1,6 triliun dengan jangka waktu pembangunan lima tahun. Bila disetujui, Batan akan memulai pembangunan pada 2015.

Pembangunan tersebut dirasa penting karena sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025. Sesuai UU tersebut, Indonesia harus sudah memiliki PLTN pada 2019.

Belum lagi, saat ini cadangan energi sudah krisis sangat mengkhawatirkan, dan perlu dipikirkan jalan keluarnya. “Salah satunya harus adanya energi alternatif yakni nuklir ini,” jelas Djarot.

Contoh nyata yang kerap dialami masyarakat di daerah-daerah yaitu masalah pemadaman listrik secara bergilir. “Kalau masyarakat di Jakarta memang jarang merasakan seringnya pemadaman listrik, coba Anda ke daerah-daerah (mati listrik bergiliran). Melalui PLTN mini inilah kita coba tawarkan ke pemerintah baru untuk meminimalisasi listrik byar-pet,” ujarnya.

Atas dasar itulah Batan begitu bersikeras agar energi nuklir segera dibangun untuk menyelamatkan bangsa ini dari krisis listrik. “Sehingga, 5-10 tahun ke depan Indonesia tidak lagi hanya mengandalkan batu bara sebagai bahan energi, perlu ada alternatif,” jelasnya.

Pembangunan reaktor nuklir mini ini, diyakini Djarot, bisa menjadi terobosan alternatif apabila rencana pembangunan PLTN komersial tidak berjalan alias mandek. Sehingga, kata dia, masyarakat tidak perlu khawatir lagi. Sekarang ini nuklir aman, bukan lagi sesuatu yang mesti ditakutkan.

Selain itu, kata Djarot, nuklir juga tidak hanya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan energi listrik. Hal lain yang jauh lebih bermanfaat adalah untuk kesehatan, pertanian, industri, dan lainnya.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini