Mengintip Markas Startup Aplikasi 'Jogja Digital Valley'

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Selasa 28 Oktober 2014 10:00 WIB
https: img.okezone.com content 2014 10 27 207 1057544 mengintip-markas-startup-aplikasi-jogja-digital-valley-AUUM1N8icP.jpg Mengintip Markas Startup Aplikasi 'Jogja Digital Valley' (Foto: Jogjadigitalvalley)

YOGYAKARTA – Pengguna gadget atau perangkat mobile yang meningkat rupanya menjadi peluang bagi para developer muda untuk menghasilkan berbagai karya aplikasi. Perlu wadah sebagai fasilitator, tidak hanya membantu dalam aspek teknis, tetapi juga nonteknis.

Terdapat dua tempat 'Digital Valley' di Indonesia, yakni di Bandung dan Yogyakarta. Kabarnya Digital Valley akan menyusul di kota besar lainnya.

Digital Valley diluncurkan oleh perusahaan telekomunikasi, Telkom, pada 2013. Di dalamnya, tersedia beragam fasilitas untuk developer atau startup seperti gadget room, meeting room, incubitee room, serta co-working room dan fasilitas WiFi.

"Kita punya space, meeting room. Mau bikin gathering boleh. Kita senang bisa fasilitasi untuk komunitas di Yogyakarta," ungkap Saga Iqranegara, Founder of Lotus Media - Incubation Manager of Jogja Digital Valley, yang ditemui Okezone beberapa hari lalu di Yogyakarta.

Jogja Digital Valley merupakan inkubator bisnis kedua, setelah Bandung pada 2011, yang dikembangkan oleh Telkom Indigo untuk melengkapi ekosistem kreatif digital guna meningkatkan percepatan jumlah pengembang untuk aplikasi games, edutainment, music, animation, dan software services, khususnya bagi mereka yang berada di Yogyakarta.

Jogja Digital Valley akan menjadi wadah yang sangat strategis bagi potensi developer dan startup companies yang menciptakan konten kreatif untuk produk IT dan layanan yang akan ditawarkan secara aktif ke pasar IT.

Sebagai sebuah pusat sumber daya, Jogja Digial Valley didukung oleh berbagai kompetensi yang dibangun dari komunitas-komunitas yang ada. Aspek pendanaan bagi perusahaan pemula (startup companies) juga akan didukung melalui program inkubasi.

Jogja Digital Valley pun akan memberikan edukasi dan pendampingan bisnis bagi seluruh pengembang, baik kompetensi teknis maupun kompetensi bisnis. Sehingga, setiap pengembang dapat mengomersialisasikan hasil inovasinya secara terencana dan tepat sasaran.

Ribuan Developer

Saga mengatakan, dari sekira 1.500 developer aplikasi yang terdaftar, ada empat startup yang diinkubasi di JDV. Sebagian besar dari para developer tersebut adalah mahasiwa atau pelaku IT. Startup ini, antara lain, Dr Pro App, Recomine, Runsystem, serta WarungRakyat.com.

Sudah ada penyaringannya terlebih dahulu, dan startup terpilih ini dilihat dari karya mereka yang terbaik, yang sangat dibutuhkan. Setiap startup menjalani beberapa tahap, dibantu mulai sisi teknis hingga bisnis ke depannya. Masing-masing startup kabarnya didanai sebesar Rp250 juta.

Lebih lanjut Saga mengatakan, dibandingkan di Bandung, Jogja Digital Valley diklaim melampaui dari jumlah member, aktivitas kegiatan. "Dalam setahun kita sudah melampaui Bandung Digital Valley. Kita memang kuat komunitas di Yogya. Yogya lebih ramai. Di Bandung itu area perkantoran (Telkom), kita berada di tengah kota dan tempat yang bisa diakses seluruh masyarakat," katanya.

Jogya Digital Valley terletak di Jalan Kartini Nomor 7 Sagan, Yogyakarta. Kabarnya, untuk tahun-tahun mendatang, Telkom akan memperluas berdirinya Digital Valley untuk 18 kota besar lainnya yang ada di Indonesia.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini