Aplikasi Buatan Lokal Tak Kalah Hebat dengan Asing

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Rabu 29 Oktober 2014 06:05 WIB
https: img.okezone.com content 2014 10 28 207 1058136 aplikasi-buatan-lokal-tak-kalah-hebat-dengan-asing-OTdpzm6pwx.jpg Aplikasi Buatan Lokal Tak Kalah Hebat dengan Asing (Foto: Agatestudio)

JAKARTA - Aplikasi buatan lokal dinilai tidak kalah dengan aplikasi buatan perusahaan luar negeri. Developer aplikasi ini tumbuh dalam sebuah komunitas, seperti Jogjakarta Game Developer Community (GameLan) dan masih banyak developer aplikasi atau game lainnya.

Saga Iqranegara, Founder of Lotus Media - Incubation Manager of Jogja Digital Valley yang ditemui Okezone di Yogyakarta beberapa hari lalu mengatakan, dari sekira 1.500 developer aplikasi yang terdaftar, ada empat startup yang diinkubasi di JDV. Sebagian besar dari para developer tersebut adalah mahasiwa atau pelaku IT. Startup ini, antara lain, Dr Pro App, Recomine, Runsystem, serta WarungRakyat.com.

Bukan tidak mungkin potensi startup atau developer aplikasi ini bisa dirangkul oleh operator untuk menyediakan aplikasi lokal yang berguna dan bermanfaat untuk pelanggan. Misalnya, Gudang Aplikasi yang merupakan salah satu layanan PT Xl Axiata Tbk (XL).

Gudang aplikasi merupakan toko digital dan perusahaan terus menjaring para developer lokal untuk berkreasi di industri kreatif digital Indonesia. Gudang Aplikasi sebagai tools aplikasi Indonesia yang menyuguhkan berbagai aplikasi resmi melalui ponsel, akan mempermudah para pelaku industri kreatif digital di Indonesia baik developer maupun perorangan untuk mempublikasikan aplikasi atau game karya mereka ke masyarakat umum.

Presiden Direktur XL, Hasnul Suhaimi mengatakan, aplikasi buatan developer lokal di Indonesia tidak kalah dengan aplikasi buatan asing. "Menurut saya (developer lokal atau startup) sangat bagus, karena kemarin (pertemuan) dengan Facebook, kita sudah lihat bahwa ternyata kalau dilaksanakan dengan cara yang pas, aplikasi Indonesia itu bisa digunakan (ekpansi) untuk (pengguna di) luar negeri, kalau itu bisa dijalankan, kenapa tidak," ujarnya di Jakarta, Selasa (28/10/2014).

Hasnul juga mengatakan, pada pertemuan dengan Mark Zuckerberg CEO Facebook beberapa waktu lalu, pihaknya juga mendapat respon dari para pengembang atau developer yang membutuhkan koneksi internet cepat. "Kebutuhan LTE, waktu Mark datang, para pengembang bilang, untuk konten games, harus 4G, enggak cukup 3G, untuk video, video on-demand, Youtube, yang HD (high definition) itu, dibutuhkan ini (4G)," jelasnya.

Saat ini XL tengah melihat respon dan mempelajari pengguna pada layanan real mobile 4G LTE. "Trial ini, kita pelajari. Pelanggan sudah butuh 4G atau belum. Teknologi seperti apa, behavior aplikasi seperti apa, nanti kita bangun di seluruh indonesia," terangnya.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini