Kisah Sukses Amagine Interactive Bikin Game Android

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Rabu 29 Oktober 2014 19:29 WIB
https: img.okezone.com content 2014 10 29 207 1058615 kisah-sukses-amagine-interactive-bikin-game-android-oKS9pdTPLS.jpg Game 'Mbaktin Ekstrak Kulit Manggis' di Android (Foto: Screenshot)

YOGYAKARTA - Startup menjadi tren seiring dengan pesatnya perkembangan perangkat mobile dan pertumbuhan internet di Indonesia. Di kalangan penggiat startup atau gamer mobile lokal, nama Amagine Interactive mungkin tidak asing lagi.

Tim Amagine Interactive terdiri dari sembilan anak muda yang telah menciptakan beberapa aplikasi game lokal. Salah satu game Android unik yang dikembangkan Amagine Interactive ialah 'Mbaktin Ekstrak Kulit Manggis'.

"Kita game developer, kita bikin game untuk mobile android. Kita suka main game, berawal dari gamer dan pengen bikin game keren dan pengen cari duit dari game," kata Dennis Adriansyah Ganda, CEO Amagine Interactive kepada Okezone yang ditemui di Yogyakarta beberapa waktu lalu.

Game 'Mbaktin Ekstrak Kulit Manggis' diciptakan oleh komunitas developer asal Yogyakarta atau Jogjakarta Game Developer Community (GameLan). Game tersebut telah terunduh lebih dari 75 ribu sejak dirilis pada 5 Agustus 2014.

"Game Mbaktin Ekstrak Kulit manggis, itu bukan game kita saja, kita kerjasama dengan komunitas, banyak studio. Jadi, portofolio bersama. Seminggu sudah dapat 50 ribu download," kata Dennis. Ia mengatakan, sebagian besar gamer mobile suka dengan game sederhana atau casual. Permainan Mbaktin ini juga diklaim mudah, di mana gamer hanya tinggal menekan layar perangkat sampai waktunya habis.

"Orang-orang lebih suka game simpel, terunduh 75 ribu sejak dirilis 5 Agustus 2014. Bikinnya sehari," ujarnya. Game tersebut tampaknya belum akan dibuat untuk versi iOS atau Windows Phone.

"Kita bisa (bawa ke) platform lain, tetapi strategi belum kuat. Kalau iOS, persaingannya gila, Windows Phone, enggak terlalu revenue. Paling memungkinkan itu Android, karena marketnya gede. 88 persen pengguna Android di Indonesia," tuturnya.

Ia menceritakan awal mula berdirinya Amagine Interactive. "Main-mainnya sejak 2011 terus baru fokus, ngebet-ngebetnya 2013 akhir. Jadi kita dari 2011, trus KKN, KHP, ya mahasiswa lah, break di 2013 awal sampai pertengahan, pokoknya skripsi harus selesai dulu, baru 2013 akhir kita mulai (lagi)," jelasnya.

Dennis mengungkapkan, anggota tim di Amagine Interactive berasal dari kampus UGM, fakultas teknik jurusan teknologi informasi (TI). Sembilan anggota ini terdiri dari artist, producer, desainer serta programmer. "Sejak pertama total game yang pernah kita bikin dan kita bikin bareng orang lain ada 13 game. Yang bisa di-download di Playstore ada 10 game," jelasnya.

Mereka menciptakan aplikasi dengan mesin game Unity. "Dia (Unity) bisa 3D, tetapi kita masih 2D. Secara teknologi, (Unity) enak, mudah dan gampang diajarkan," tambahnya.

Ditanya apakah ada penanam modal yang membantu pendanaan Amagine Interactive, Dennis mengatakan belum ada. "Kita masih bootstrapping, mandiri. Akan tetapi dulu kita pernah ada hibah istilahnya dari kementerian koperasi. Ada lomba, (mereka) ngasih duit sekian juta untuk ke 1.500 pengusaha. Kebetulan kita dapat, dari situ kita modal awal," terangnya. Dari modal awal itu, Startup diberikan dana sebesar Rp15 juta.

Target Amagine Interactive ke depan antara lain, memperbanyak portofolio serta meningkatkan revenue. "Kita mainnya iklan, monetize dari iklan di dalam game itu. Kalau kita bikinnya sedikit, jadi iklannya sedikit juga. Makanya kita targetnya bikin banyak (game)," ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, target dalam sebulan dalam masa-masa produktif, pihaknya bisa membuat delapan sampai sepuluh aplikasi. Ini juga didukung dari banyaknya jumlah artist yang bekerja pada pengembangan game atau aplikasi.

"Beda role beda background (pendidikan), kita ada programmer yang coding itu dari IT, yang gambar-gambar itu anak-anak seni," jelasnya. Untuk pertemuan atau mendukung pengembangan Startup, Amagine Interactive menggunakan fasilitas di Jogja Digital Valley (JDV).

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini