Esia & Smartfren Kolaborasi Dorong Peralihan CDMA ke 4G LTE

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Rabu 05 November 2014 17:59 WIB
https: img.okezone.com content 2014 11 05 54 1061537 esia-smartfren-kolaborasi-dorong-peralihan-cdma-ke-4g-lte-PRNbOHWRA1.jpg Esia & Smartfren Kolaborasi Dorong Peralihan CDMA ke 4G LTE (Foto : Ahmad Luthfi/Okezone)

JAKARTA - PT Smartfren Telecom dan PT Bakrie Telecom (BTEL - Esia) bekerjasama untuk mendorong peralihan CDMA ke 4G LTE. Langkah kolaborasi ini adalah komitmen kedua operator untuk mendorong peralihan teknologi CDMA menuju layanan 4G berbasis LTE FDD.

"Ini membentuk konsolidasi yang spiritnya penyehatan industri telekomunikasi, terutama CDMA. Implementasinya, kita merencanakan dua jaringan menjadi satu tanpa dampak (gangguan) kepada pelanggan. Totally satu network, pelanggan akan dilayani seperti biasa dengan kualitas lebih baik," jelas Direktur Smartfren, Merza Fachys di Jakarta, Rabu (5/11/2014).

Kerjasama ini bisa berbentuk seperti net-co (network cooperation) dan service-co (service cooperation). Frekuensi yang dipakai BTEL dialihkan ke Smartfren untuk penyelenggaraan jaringan, dalam bentuk B2B (business to business)," terangnya.

Ditanya mengenai apakah ada perbedaan kualitas layanan yang dirasakan masing-masing pelanggan operator, Merza mengatakan, baik pelanggan Bakrie maupun Smartfren akan mendapat kualitas layanan yang sama. "Kualitas customer base, keduanya berada pada jaringan yang sama. Mereka bisa dapat experience yang sama bila satu BTS," ungkapnya.

Merza tidak mengatakan secara pasti kapan eksekusi atau kapan pengguna akan mulai dapat merasakan 4G berbasis LTE FDD. "Penataan 800MHz, (berdasarkan) Peraturan Menteri (PM) nomor 30, dikatakan, mulai saat ini frekuensi 800MHz sudah netral, kapan kita mau berubah? Skrng dgn konsolidasi ini terjadi, duduk bersama di internal, kapan waktu yang tepat untuk berubah? Kita lihat customer meningkat," paparnya.

Ia memastikan pelanggan tidak akan mengalami gangguan selama proses peralihan CDMA menuju LTE/4G. "Siapa penyelenggaranya jelas, pelanggan Esia dilayani oleh BTEL. Mereka dilayani oleh satu jaringan. Oleh sebab itu, mereka (pelanggan) tidak akan terkena dampak," ujarnya.

Seperti diketahui, BTEL dan Smartfren telah menandatangani Perjanjian Kolaborasi dan Perjanjian Sewa Menyewa Jaringan pada Kamis, 30 Oktober 2014.

"Kerjasama ini adalah respon cepat kami, operator CDMA, terhadap arahan pemerintah untuk mendorong 'broadband society' dan 'broadband economy' di seluruh Indonesia," kata Presiden Direktur BTEL Jastiro Abi.

Menurut Jastiro Abi, kerjasama BTEL dan Smartfren adalah bentuk pelaksanaan Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomer 932/2014. Dengan perjanjian kolaborasi tersebut, jaringan BTEL akan digabungkan dengan jaringan milik Smartfren, sehingga dapat melayani pelanggan Esia.

Selanjutnya, BTEL akan menyewa jaringan dari Smartfren untuk melayani pelanggan Esia, sehingga pelanggan Esia dapat terlayani dengan jangkauan yang lebih baik.

"Dengan kerjasama kolaborasi jaringan tersebut, diyakini akan dapat meningkatkan layanan dan efisiensi serta meningkatkan kemampuan keungan BTEL. Sebagai dua operator milik pengusaha nasional, kita bukan saja harus cepat dan terdepan dalam mendukung program pemerintah, tapi juga harus saling mendukung satu dengan yang lain, bersama-sama mengatasi masalah yang selama ini membatasi pertumbuhan perseroan," jelas Presiden Direktur Smartfren, Rodolfo Pantoja.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini