nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menggeluti Dunia Teknologi, Wanita Seharusnya Bangga

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Jum'at 07 November 2014 16:28 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2014 11 07 207 1062435 menggeluti-dunia-teknologi-wanita-seharusnya-bangga-OLqS0UVMG6.jpg Yessie D. Yosetya, Vice President Digital Service Delivery PT XL Axiata (Foto: Ahmad Luthfi/Okezone)

JAKARTA - Yessie D. Yosetya, Vice President Digital Service Delivery PT XL Axiata bercerita mengenai pengalamannya sebagai pekerja IT di perusahaan operator telekomunikasi. "Suka matematika di SMA, kemudian masuk ke universitas, enggak mikirin jadi dokter, pokoknya teknik," kata Yessie.

"Skripsi saya tentang CDMA, jadi kurang lebih sudah tahu tentang telekomunikasi. Pada saat masuk jadi operation kan baru itu ketahuan, enggak bisa tidur, 24x7, begitu billing mati, orang enggak bisa telefon. Jadi sangat krusial," ungkapnya kepada Okezone yang ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, tidak perlu merasa minder sebagai perempuan yang bergelut di bidang IT. "Karena mungkin latar belakang pendidikan, karena satu kampus, dulu rata-rata cowok semua, mereka enggak bedain, mereka enggak memperlakukan berbeda dengan yang lain, mau praktikum barengan, mau nyolder ya nyolder. Begitu masuk ke pekerjaan ya sama, kita misalnya harus begadang untuk instalasi ya harus begadang," ceritanya.

Ada tantangan yang dihadapi , termasuk pada saat me-maintenance jaringan atau billing. Bila dahulu maintenance dilakukan malam hari dari pukul 12 malam sampai jam 6 pagi dengan asumsi penggunaan telefon seluler yang minim, tetapi kini menurutnya pelanggan sudah banyak yang memakai layanan telekomunikasi di jam-jam tersebut.

Ia mengatakan, persentase jumlah perempuan di XL, khususnya bagian teknik tidak banyak. "Perempuan enggak terlalu banyak, waktu itu kita lakukan outing GM ke atas, yang perempuan cuma saya sendiri. GM ada belasan. Kalau yang sekarang IT-nya, leader-nya enggak ada yang perempuan," ungkapnya.

Bekerja di perusahaan telekomunikasi, artinya seorang karyawan baik perempuan atau laki-laki harus siap untuk menghadapi berbagai tantangan. "Bekerja di telekomunikasi itu service 24x7, kalau enggak mau kerja 24x7 ya jangan kerja di telekomunikasi. Saya kasih contoh ke tim, bahwa bahkan main game, service center-nya, kita sekali benchmark (ke salah satu perusahaan industri game), lebih keren daripada di telekomunikasi. Permainan 24 jam, mereka serius bangun data center-nya. Bahkan game aja sudah 24 jam," paparnya.

Selama kerja di perusahaan telekomunikasi, meskipun ia perempuan dan bergelut di bidang IT, tidak ada perlakuan khusus kepada dirinya. "Selama kerja di XL, semua berdasarkan performance, jadi enggak ada alokasi khusus untuk perempuan. Saya di IT (sewaktu rekrutmen), pertanyaan standar (harus bisa kerja) 24x7, weekend masuk enggak masalah, kapanpun di panggil enggak masalah, jadi malam musti bisa dipanggil, enggak peduli dia laki-laki atau perempuan, enggak ada spesial treatment," jelasnya.

Kunci Sukses dalam Pekerjaan IT

Yessie mengatakan, ada beberapa yang perlu diperhatikan untuk bisa terus maju dalam pekerjaan IT yang digeluti kaum perempuan. "Satu, mesti ngerti apa yang diomongin. Percaya diri akan keluar kalau memang kita bisa jadi partner yang sepadan untuk diskusi. Misalnya, datang bos bule, kalau dia ngomong apa, kitanya enggak nyampe (enggak ngerti), makanya untuk itu kita enggak bisa berhenti belajar, proses (belajar) itu harus terus dilakukan. Karena pada saat orang ngobrol, kita kasih pendapat, orang jd lihat value-nya," ungkapnya.

Proses belajar menurutnya tidak boleh berhenti. "Kita mesti lihat jauh ke depan. Apalagi nih yang mau dilakukan ke depan, itu bisa terjadi kalau kita punya mix people. Jadi, anak buahnya harus dari rupa-rupa background, dengan diversity itu, kita banyak dapat pandangan dan masukan, itu lebih bgs. Kalau sudah masuk di tempat kerja, harus sungguh-sungguh dan enggak boleh berhenti belajar," pungkasnya.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini