Padfone S, Ponsel Hybrid Murah Berspesifikasi Wah

Advent Jose, Jurnalis · Selasa 03 Februari 2015 18:15 WIB
https: img.okezone.com content 2015 02 03 92 1100905 padfone-s-ponsel-hybrid-murah-berspesifikasi-wah-wciLQQxZd3.jpg Smartphone Hybrid Asus Padfone S (foto : Feri Usmawan)
PADFONE S diklaim Asus sebagai produk yang masuk dalam kategori ‘Super Phone’. Alasannya tak lebih, karena spesifikasi yang dimiliki seri kali ini lebih mumpuni dan cukup optimal menjalankan sistem komputasi mobile.

Selama ini Asus memang dikenal sebagai produsen perangkat komputasi berbasis desktop (personal computer/ PC), serta produk notebook. Kepiawaian tersebut, kini dibawa juga oleh produsen asal Taiwan ini dalam menghadirkan produk berbasis mobile.

Berbeda kelas dari ponsel Asus seperti Zenfone S, seri terbaru yang Okezone review kali ini juga termasuk sebagai produk flagship yang memiliki satu fungsi dalam dua perangkat.

Padfone S dibungkus oleh Asus dalam dua bentuk yang berbeda, salah satunya adalah tablet serta bentuk lainnya adalah ponsel pintar. Namun, kedua perangkat memiliki fungsi yang sama, menjalankan sistem operasi Android 4.4 KitKat.

Lantas seperti apa performa yang mampu disuguhkan produk seharga Rp4,5 jutaan ini? Berikut ini TechnoOkezone sajikan ulasan (review) dari Padfone S.

(Berikut ini review video dari Asus Padfone S)

Desain Bodi

Mengusung konsep Padfone (smartphone-tablet) membuat perangkat ini unik dan agak nyentrik daripada sejumlah perangkat yang beredar di pasaran saat ini. Sedikit informasi Asus pernah juga merilis perangkat Padfone Mini, Padfone E, dan Padfone Infinity pada 2014.

Menilik desain bodi Padfone, perangkat ini terdiri dari tablet station dan smartphone. Disebut dengan tablet stasion karena memang perangkat tersebut merupakan perpanjangan fungsi dari smartphone-nya.

Tablet baru akan bekerja ketika smartphone dimasukan dalam docking khusus yang berada di belakang tablet. Menilai desain tablet station, kesan yang pertama kali muncul adalah berat dan besar. Wajar saja karena tablet ini memiliki ukuran 9 inci dan berbobot 514 gram.

Jika dibandingkan dengan Galaxy Tab S 10 inci yang berbobot 465 gram, Asus Padfone S jauh lebih berat. Varian model yang datang di meja ulik Okezone berwarna putih mengkilap, desain berbahan plastik tersebut cukup bagus meski tidak bisa dikatakan premium.

Sementara smartphone-nya memiliki ukuran layar 5 inci berpanel super IPS+. Kualitas layar terbilang cukup baik karena telah menyertakan dukungan Full HD 1080 x 1290, begitu pun dengan si tablet.

Dari sisi bodi, smartphone ini lebih terlihat kuat dan compact. Built quality yang digunakan pada material bodi belakang smartphone sama-sama berbahan plastik.

Ponsel ini tidak licin saat digenggam sehingga tidak mudah jatuh. Sementara lis dari bahan sejenis alumunium yang melingkarinya, semakin menambah kokoh perangkat tersebut. Hanya saja sedikit kurang sedap dipandang.

Bezel di layar smartphone juga cukup tipis. Sangat jaug berbeda dengan bezel yang melingkari tablet, justru terlihat sangat tebal.

Performa

Ponsel hybrid ini memang menyajikan kualitas spesifikasi terbilang mumpuni dikelasnya. Sebut saja seperti prosesor quad core Snapdragon 801 2,3 GHz, GPU Adreno 330, RAM 2GB, internal memori 16 GB serta ketahanan layar dari Corning Gorilla Glass.

Berbekal sejumlah amunisi tersebut, Padfone S mampu menjalankan aplikasi game standar hingga berat dengan lancar. Kemampuan multitasking terasa baik, terbukti saat memainkan game sambil chatting. Kemudian mengetik dengan note, browsing, membuka YouTube, ketika dijalankan bersamaan tak ada kendala kendala. Skor Antutu untuk smartphone ini juga cukup tinggi.

Fitur dan User Interface

Sekilas tidak ada perbedaan berarti dari Padfone S, ZenFone dan smartphone kembangan Asus lainnya dari sisi tampilan. Itu dikarenakan hampir semua gawai milik Asus menggunakan sistem operasi Android yang dilapisi dengan sistem antarmuka bernama ZenUI.

Demikian halnya dengan Padfone S, meski menggunakan sistem Android 4.4.2 KitKat, namun tidak begitu tampak jelas perbedaannya dengan smartphone Asus lain dari sisi tampilan.

Namun demikian terdapat beberapa fitur berbeda di perangkat ini seperti dynamic display. Fitur tersebut bisa ditemukan di menu pengaturan kemudian pilih Asus costumized setting.

Dynamic display pada dasarnya menawarkan kemampuan untuk meluaskan tampilan yang sederhana di smartphone, menjadi terlihat lebih kaya dan utuh ketika dilihat melalui tablet.

Pengguna dapat menyesuaikan aplikasi yang ingin ditampilan secara dinamis di perangkat tablet maupun smartphone. Sayangnya tidak semua aplikasi telah men-support kemampuan tersebut.

Kamera

Padfone S dapat diunggulkan di sektor ini. Kamera belakang memiliki kekuatan tembak sebesar 13MP sementara di bagian depan terdapat resolusi 2MP.

Saat menggunakan kamera pada smartphone-nya kualitasnya terbilang sangat baik, minim noise, shutter lag, serta mampu bertahan dalam kondisi pelit cahaya.

Tetapi lain cerita apabila memotret menggunakan tablet, resolusinya menurun menjadi 5MP dan kamera depan hanya 1MP. Tentunya kualitas tangkapan gambar juga ikut berpengaruh.

Selain itu, tidak seperti Lenovo Vibe Z2 Pro yang memiliki fitur professional camera, pengaturan kamera di Padfone S tidak bisa di-setting sesuka hati. ISO maksimal hanya mampu disetel diangka 800.

Kesimpulan

Di ranah smartphone kelas menengah mungkin Asus Padfone S bisa dikatakan paling mumpuni dikelasnya. Harga yang ditawarkan berbeda jauh dengan smartphone premium vendor lain dengan spesifikasi serupa.

Sebut saja LG G3, Xperia Z3, Samsung Galaxy S5, Lenovo Vibe Z2 Pro dan lainny. Semuanya berada di rentang harga diatas Rp5 jutaan.

Kelebihan

Spesifikasi andal

Harga terjangkau

Dilengkapi NFC & Wireless charging

Layar jernih

Bodi kuat tahan banting (jatuh dari ketinggian 1,5 meter)

Anti percikan air  alias water resistant (sertifikasi IPX2)

Harga terjangkau

Kelemahan

Bodi berat

Suara speaker flat

Bodi warna putih rentan kotor

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini