Gerhana Matahari Ancam Lumpuhkan Negara-Negara Eropa

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Kamis 19 Maret 2015 08:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2015 03 18 56 1120616 gerhana-matahari-ancam-lumpuhkan-negara-negara-eropa-nG2FVJSmFK.jpg Gerhana Matahari (Foto: Ibtimes)

BERLIN - Operator pembangkit listrik di sepanjang Eropa bersiap menghadapi gangguan utama akibat fenomena gerhana Matahari yang terjadi pada Jumat, 20 Maret 2015. Gerhana Matahari ini dianggap bukan fenomena alam biasa, karena dampak yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang diperdiksi dapat melumpuhkan kelistrikan di Eropa.

"Risiko insiden tidak dapat sepenuhnya dikesampingkan. Untuk pertama kalinya ini diprediksi memiliki dampak yang relevan pada operasi yang aman dari sistem tenaga listrik di Eropa," ujar pernyataan European Network of Transmission System Operators for Electricity (Entso-e), seperti dilansir Ibtimes, Rabu (18/3/2015).

Lebih lanjut Entso-e mengungkapkan, gerhana matahari sebelumnya pernah terjadi, namun gerhana Matahari yang akan datang muncul dengan kenaikan generasi energi photovoltaic yang terpasang. "Risiko insiden bisa serius tanpa penanggulangan yang tepat," tambahnya.

Hampir 100 persen tenaga listrik dihasilkan dari Matahari. Analis mengatakan, pada 20 Maret 2015 matahari akan bersinar dengan teriknya, namun tiba-tiba terjadi gerhana Matahari. Ini bisa mengakibatkan penurunan produksi sebanyak 34 ribu megawatts.

Produksi energi Matahari diestimasi akan jatuh 75 persen bila langit tak berawan sebelum gerhana. Meskipun demikian, tim Entso-e diharapkan mampu mengantisipasi fenomena tersebut.

"Pusat kontrol di Eropa akan selalu berkomunikasi selama gerhana untuk mengurangi waktu reaksi," kata Konstantin Staschus, Secretary General Entso-e.

Ia mengungkapkan, gerhana Matahari ini akan menjadi fenomena yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk sistem kelistrikan di Eropa. Gerhana akan melintasi Eropa dari Portugal ke Finlandia. Jerman sebagai negara yang paling gelap saat terjadi gerhana matahari tersebut.

Tahun lalu, diestimasi 18 persen dari konsumsi listrik di Jerman berasal dari tenaga surya. Gerhana Matahari pada 20 Maret 2015 juga mempengaruhi Italia, Spanyol dan Prancis.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini