Pemerintah Selama Ini Diperdaya Perusahaan Online Asing

Lanjar Wiratri, Jurnalis · Rabu 25 Maret 2015, 07:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2015 03 24 207 1123679 pemerintah-selama-ini-diperdaya-perusahaan-online-asing-k74ov7NPV0.jpg Pemerintah Diperdaya Perusahaan Online Asing (Foto: MattPaulson)

JAKARTA - Langkah pemerintah untuk memaksa para penyedia jasa online asing yang memperoleh keuntungan di Indonesia untuk berbadan hukum ditanggapi positif pengamat. Kebijakan tersebut diharapkan mampu membuat Indonesia tak hanya dijadikan ladang untuk mengeruk keuntungan oleh asing

Teguh Prasetya, Ketua Dewan Pakar Indonesia ICT Forum, mengatakan, perusahaan penyedia jasa online luar negeri, semacam Facebook, Twitter, dan YouTube selayaknya turut membuka infrastruktur mereka di Tanah Air. Hal tersebut mengingat banyaknya pendapatan yang sudah diperoleh para OTT (Over The Top) itu dari jasa mereka yang dipakai rakyat Indonesia.

“Penerapan regulasi akan menjadi sinkron, penyedia jasa memang harus turut terhadap aturan Indonesia karena mereka memang mereka mendapat banyak keuntungan di sini. Jika perusahaan-perusahaan itu sudah berbadan hukum, maka collecting revenue yang mereka dapat bisa jadi pendapatan Indonesia pula,” ujar Teguh.

Teguh Prasetya bahkan memperkirakan, potensi keuntungan fantastis kepada para penyedia jasa online asing itu selama ‘berjualan’ di Indonesia. Parahnya, keuntungan tersebut melayang ke asing dan sama sekali tak dirasakan di dalam negeri.

“Misalnya Facebook, mereka menerima pendapatan Rp10.000 dari setiap pengguna di Indonesia per bulannya, jadi jika ada 80 juta penduduk kita pakai Facebook hitung saja berapa ratus miliar uang yang dihasilkan. Itu baru dari satu perusahaan, belum lagi dengan OTT lain seperti Google, Youtube, dan Twitter,” tambahnya.

Selain pemerintah, Teguh juga memperkirakan pihak operator akan mengalami kerugian terus menerus. Operator Indonesia hanya dijadikan penyedia carrier data, tanpa meraih revenue yang setimpal dari penggunaan jasa online yang disediakan perusahaan asing itu.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini