Kebijakan Pemerintah Tukar Frekuensi TV Digital Dipertanyakan

Amril Amarullah, Jurnalis · Kamis 07 Mei 2015 12:18 WIB
https: img.okezone.com content 2015 05 07 207 1145946 kebijakan-pemerintah-tukar-frekuensi-tv-digital-dipertanyakan-6vRa6CinUg.jpg ilustrasi operator TV Digital (foto: google)

JAKARTA – Pemerintah bersikeras agar frekuensi TV dipindahkan dari analog ke digital. Sikap tersebut dinilai janggal dan ditenggarai karena motif ekonomi semata.

Hal itu diungkapkan pengamat komunikasi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Surabaya, Catur Suratnoadji bahwa dengan slot yang tersisa, nantinya akan dijual ke pihak pengelola data internet atau telepon seluler.

“Patut dicurigai kengototan pemerintah untuk segera memakai frekuensi analog ke digital karena pemerintah ingin menjual kelebihan slot kepada pihak pengelola data internet atau GSM, “ kata Catur Suratnoadji, di Surabaya, Kamis (7/5/2015).

Menurut Catur, kelebihan slot frekuensi kemungkinan besar dijual ke pihak pengelola data internet atau GSM dengan harga mahal. “Satu frekuensi dijual ke pengelola data dengan harga 12 triliun sedangkan jika dijual ke pengelola broadcasting hanya sekitar 1,5 triliun. Pemerintah akan lebih memilih jual ke pengelola GSM atau pengelola data internet dengan dalih keuntungan bagi negara,” kata Catur.

Dia mencontohkan apa yang terjadi di Surabaya yang punya 14 slot frekuensi digital. “Karena sifatnya yang mampat, TV Digital Surabaya hanya butuh 7 slot fekwensi, sehingga tersisa 7 slot frekuensi lagi yang bisa dijual ke pengelola data internet,” kata Catur.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Bidang Perijinan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur Muhammad Dawud. Dawud mengungkapkan bahwa meskipun hanya desas-desus pengalihan TV analog ke digital tak lepas dari motif ekonomi pemerintah.

“Harga yang ditawarkan oleh pengelola data internet fantastis sekali dibanding jika frekuensi dijual ke pihak broadcaster. Dianggap menguntungkan bagi pemerintah,” kata Dawud. Menurutnya TV digital cenderung hemat dalam pemakaian frekuensi, sehingga kelebihan frekuensi digital ditengarai akan terjadi.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini